Analisis peran dukungan organisasional persepsian sebagai variabel moderasi pada hubungan antara stressor kerja dengan konflik pekerjaan-keluarga
YUNIARSI, Satriani, Diah Retno Wulandaru, Dra., MBA
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenStudi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan positif stressor kerja (ambiguitas peran, konflik peran, dan overload peran) dengan konflik pekerjaankeluarga dan pengaruh dukungan organisasional persepsian sebagai variabel moderasi pada hubungan stressor kerja (ambiguitas peran, konflik peran, dan overload peran) dengan konflik pekerjaan-keluarga. Studi ini dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta dengan megambil sampel sejumlah 90 responden perawat. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode non probability sampling dengan prosedur purposive sampling. Data yang diperoleh dalam studi ini dianalisis dengan menggunakan regresi hirarkis dengan software SPSS version 15.0. Hasil analisis data menunjukkan dari ketiga bentuk stressor kerja, hanya ambiguitas peran yang berhubungan positif dan signifikan dengan konflik pekerjaankeluarga., dan hubungan antara konflik peran dengan dukungan organisasional persepsian akan melemah ketika dukungan organisasional persepsian meningkat. Berbeda dengan yag dihipotesiskan, hubungan antara ambiguitas peran dengan konflik pekerjaan-keluarga akan meningkat ketika dukungan organisasional persepsian meningkat
This study planned to analyzed work stressors (role ambiguity, role conflict, and role overload) are positively related to work-family conflict and moderating effect of perceived organizational support on the relationship between work stressors and work- family conflict. This study among 90 nurses in Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta used non probability sampling method with purposive sampling procedure to get the sample. Data which obtained in this study are analyzed using hierarchical regression with SPSS software 15.0 version. Results indicate that only role ambiguity had significant effect on work-family conflict, and the positive relationship between role conflict and work- family conflict was found to be weaker when perceived organizational support was high. In addition, contrary to what was predicted, the positive relationship between role ambiguity and work- family conflict was found to be stronger when perceived organizational support was high
Kata Kunci : konflik pekerjaan-keluarga, stressor kerja, dukungan organisasional persepsian, work-family conflict, work stressors, perceived organizational support