Laporkan Masalah

Bond rating versus Altman Z-score model :: The case study of Indonesian Bond

SARI, Dhamayanti Dwi Gita, Marwan Asri S.W., Prof., Dr., MBA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Studi ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara peringkat obligasi dengan nilai kredit yang dihitung menggunakan model Z-Score dari Altman, dalam mengetahui kemungkinan suatu perusahaan tidak mampu lagi melunasi kewajiban atas aset kreditnya. Model Z-Score adalah suatu persamaan multi variabel untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan, dan merupakan alat diagnosa yang dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya kebangkrutan perusahaan dalam jangka waktu dua tahun sebelumnya. Penelitian ini menggunakan data dari beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX), dengan obligasi yang telah dinilai oleh Pefindo setelah perusahan tersebut mengeluarkan laporan keuangan pada tahun 2006 dan 2007. Peringkat obligasi yang digunakan adalah peringkat yang diumumkan oleh Pefindo pada bulan Mei 2007 dan Mei 2008. Perusahaan yang dipilih dan digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan. Dalam menganalisa hubungan antara peringkat obligasi dengan Z”-Score, penelitian ini menggunakan metode analisa korelasi. Analisa korelasi menghasilkan koefisien korelasi antara peringkat obligasi pada tahun 2007 dengan Z-Score tahun 2006 sebesar 0.501, dan koefisien korelasi antara peringkat obligasi pada 2008 dengan Z-Score tahun 2007 sebesar 0.513. Kedua koefisien korelasi tersebut nilainya mendekati 0.5, hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara peringkat obligasi dengan Z”-Score dari Altman adalah moderat positif. Nilai koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa obligasi yang diperingkat oleh Pefindo tidak bisa menjadi satu-satunya indikator untuk mengetahui kemungkinan suatu perusahaan tidak mampu lagi melunasi kewajiban atas aset kreditnya. Kata kunci: Peringkat Obligasi, Pefindo, Default Risk, Model Z-Score Altman

This study attempts to determine whether there is a relationship between bond rating with the credit score calculated by Altman’s Z”-Score model in order to assign the appropriate default probabilities on corporate credit assets. The Z-Score model is a multivariate formula for a measurement of the financial health of a company and a powerful diagnostic tool that forecasts the probability of a company entering bankruptcy within two years. This research uses the data of listed companies in Indonesia Stock Exchange (IDX), which the bonds have been rated by Pefindo after they issued their financial reports in 2006 and 2007. While for the Pefindo’s bond ratings are used the bond rating from bond rating announcement as of May 2007 and May 2008. The selected companies that would be used as data source in this research come from the category of non-financial companies. In examining the relationship between bond ratings and Z”-Scores, this research uses the method of Correlation analysis. As results, the correlation coefficient between bond rating in 2007 with Z”-Score in 2006 is 0.501, and the correlation coefficient between bond ratings in 2008 with Z”-Score in 2007 is 0.513. Since those figures are slightly equal to 0.5, they show the moderate positive correlation, indicate that the bond rating has a modest positive correlation with the formulation of Altman’s credit scoring model. They show that the bond rating assessed by Pefindo can not be the only indicator to assign the appropriate default probabilities on corporate credit asset.

Kata Kunci : Peringkat obligasi,Pefindo,Default risk,Model Z,Score Altman, Bond Rating, Pefindo, Default Risk, Altman Z-Score Model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.