Market reaction on fuel price increase announcement :: An event study in Indonesia manufacturing sector period 1998-2008
HANDARYADI, Doddy, Marwan Asri S.W., Prof., Dr., MBA
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini adalah studi peristiwa yang bertujuan untuk menganalisa apakah pengumuman kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia mempunyai kandungan informasi yang dapat mempengaruhi bursa saham, khususnya sektor manufaktur pada bursa saham Indonesia periode 1998- 2008, dan juga menganalisa arah reaksi pasar apakah negative atau positif. Reaksi pasar ini ditentukan dengan kemunculan rerata return tidak normal yang berbeda dengan nol di sekitar tanggal peristiwa. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Bursa Saham Indonesia dengan sampel sebanyak 45 perusahaan manufaktur dengan kriteria yang telah ditentukan. Data yang digunakan adalah data harga saham harian pada saat penutupan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian. Periode pengamatan dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode estimasi selama 60 hari dan periode peristiwa selama 21 hari (10 hari sebelum, 1 hari peristiwa, 10 hari setelah). Return yang diharapkan akan diestimasi menggunakan Model Pasar. Pengujian hipotesis menggunakan cross sectional t-test untuk menolak Ho bahwa rerata return tidak normal adalah sama dengan nol. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengumuman kenaikan harga BBM mempunyai kandungan informasi yang mengakibatkan perubahan pada harga saham sektor manufaktur dan dikategorikan sebagai kejadian yang dapat diantisipasi. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya rerata return tidak normal yang signifikan sebelum tanggal kejadian dan terus berlangsung beberapa hari setelahnya. Rerata return tidak normal negative yang terjadi sebelum tanggal kejadian di tahun 1998 sampai dengan tahun 2005 mengisyaratkan bahwa para investor menganggap kejadian ini adalah kabar buruk yang memberikan stimulus negative terhadap iklim bisnis di Indonesia. Namun pada peristiwa kenaikan harga BBM yang diumumkan pada tanggal 24 Mei 2008 terdapat rerata return tidak normal positif terjadi sebelum tanggal peristiwa. Hal ini berarti bahwa para investor menerima kebijakan kenaikan harga BBM ini sebagai kabar baik yang membawa stimulus positif terhadap iklim bisnis di Indonesia.
This research was event study with the objectives to investigate whether fuel price increase policy announced by Indonesian government contain any informational value to stock market, particularly to Indonesian manufacturing sector period 1998-2008, and examine the direction of market respond whether it is negative or positive. The reaction was determined by the occurrence of average abnormal return which is different to zero during event period. This research was using secondary data from IDX, with the samples of 45 manufacturing companies taken with purposive sampling method. Data used in this research was daily price of shares on closing and market index (IHSG). Observation period was divided in to two periods, estimation period 60 days and event period/window 21 days (10 days before, 1 day event date, 10 days after). Expected return was estimated using Market Model. Hypothesis testing was using cross sectional t-test to reject the null hypothesis that average abnormal return is zero. The result of this research found that the fuel price increase announcement possess important information to the stock market which lead changes in the stock prices and categorized as an anticipated event, it was shown by the occurrence of significant average abnormal return before event date and still continued several days after. Negative average abnormal return occurred before the event date in 1998 until 2005 means that investors perceived this event as bad new that gives negative stimulus to the investment climate in Indonesia. Meanwhile, on event date at May 24th, 2008 was found positive average abnormal return, it means that the event was perceived as good news and gives positive stimulus to the investment climate in Indonesia.
Kata Kunci : Studi peristiwa,Periode estimasi,Tanggal peristiwa,Periode peristiwa,Model pasar,Return tidak normal, event study, estimation period, event date, event window, market model, abnormal return