Laporkan Masalah

Analisis kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang ABC sebelum dan sesudah sentralisasi kredit

CAHYONO, Heri, Abdul Halim, Prof., Dr., MBA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Krisis moneter tahun 1997 menimbulkan dampak yang negatif pada berbagai sektor ekonomi. Krisis moneter 1997 juga menunjukkan fakta bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Fakta ini mendorong perbankan paska krisis moneter untuk melakukan reorientasi pembiayaan ke sektor UMKM yang dinilai lebih potensial dan lebih rendah resikonya . Reorientasi pembiayaan juga dilakukan BNI pada tahun 2004, yaitu melakukan sentralisasi kredit dengan membentuk sentra-sentra kredit (SKC) di outlet-outlet BNI di berbagai daerah. SKC diharapkan berfungsi optimal sebagai jaringan distribusi untuk penyaluran, pemrosesan, dan pengelolaan kredit produktif. Penulis ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan pada PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang ABC sebelum dan sesudah adanya sentralisasi kredit. Laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan tahun 2002 sampai dengan tahun 2007. Analisa data dan pembahasan dilakukan dengan metode CAMEL yang meliputi rasio CAR, RORA, NPM, ROA, BOPO dan LDR. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode statistik uji-t untuk sampel observasi berpasangan yang diolah dengan menggunakan perangkat lunak SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang ABC sebelum dan sesudah adanya sentralisasi kredit.

Monetary crisis in the year 1997 had negatively affected on some economic sectors. Monetary crisis 1997 also showed the fact that the small micro and middle business (UMKM) had the better resistance facing to any economic fluctuations. However, this fact had drive n banking to do cost reorientation to the UMKM sector which is more potential and lower risk. Cost reorientation was also conducted by BNI in 2004. This was to conduct credit centralization by forming credit centrals (SKC) at BNI outlets located in various regions. SKC is expected to have optimal function as the distribution networks, processing, and productive credit managements. The author want to explore if there are some financial performance differences at PT BNI (Persero) Tbk. Branch Office ABC before and after credit centralization. The financial report used were financial reports from year 2002 to year 2007. Data analysis and discussion was conducted by CAMEL method that involved CAR ratio, RORA, NPM, ROA, BOPO and LDR. This research was conducted by using paired t – test with data analysis from SPSS softtware for Windows. This research results showed that there were no significant differences in financial performances at PT BNI (Persero) Tbk. Branch Office ABC before and after credit centralizations.

Kata Kunci : Sentralisasi kredit, Analisa kinerja keuangan, CAMEL, credit centralization, financial performance analysis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.