Laporkan Masalah

Analisis keuangan dalam rangka restrukturisasi pemberian fasilitas kredit investasi untuk pengembangan kebun kelapa sawit dan pabrik pengolahan crude palm oil PT ABC di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

DESTIAWAN, Erwin, Abdul Halim, Prof., Dr., MBA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Sektor industri Crude Palm Oil (CPO)merupakan salah satu primadona perolehan devisa negara dari hasil ekspor. Saat ini Indonesia adalah negara penghasil CPO terbesar di dunia. Dalam rangka mendukung pertumbuhan sektor ini, Bank Mandiri telah melakukan ekspansi kredit kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit ini. Salah satu perusahaan yang memperoleh fasilitas kredit tersebut adalah PT ABC yang memiliki lokasi proyek pengembangan kebun kelapa sawit di Kabupaten Tapin, Kaliman Selatan. Investasi pengembangan kebun kelapa sawit adalah investasi jangka panjang dengan siklus selama 25 tahun. Selama jangka waktu tersebut, banyak hal yang mungkin dapat mempengaruhi rencana kerja dan proyeksi keuangan yang telah disusun sebelumnya. PT ABC mengalami kendala dalam merealisasikan rencana kerjanya disebabkan kondisi cuaca, yaitu tingginya curah hujan yang menyulitkan dalam pengembangan infrastuktur kebun dan penanaman bibit. Selain itu, terjadinya krisis ekonomi dunia pada triwulan IV tahun 2008 lalu juga menyebabkan turunnya harga berbagai komoditas termasuk CPO. Hal ini tentunya akan mempengaruhi proyeksi perhitungan tingkat pengembalian investasi. Tujuan dari penulisan tesis ini adalah melakukan analisis keuangan dalam rangka restrukturisasi fasilitas kredit investasi yang dinikmati oleh PT ABC. Perubahan rencana tanam, harga CPO, nilai tukar dan tingkat suku bunga akan mempengaruhi struktur fasilitas kredit dan tingkat pengembalian investasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perlu dilakukan perubahan struk tur kredit dengan penambahan limit kredit investasi dan penambahan jangka waktu pengembalian fasilitas kredit PT ABC.

Crude Palm Oil (CPO) Industry is one of the favorite income from export. Nowadays, Indonesia is one of the biggest producers CPO in the world. To support this, Bank Mandiri has to expand the credit to some companies which have this activity. One company which received credit facility is PT ABC that has area for CPO development is at Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. The development of CPO is a long term investment in 25 years. At that time, many things could influence work plan and financial projection which has been arranged before. PT. ABC takes some problem to make some realization in its work plan because of the weather, the rainy days which make it difficult in development the plantation. Moreover the global crisis make price of some commodities become lower. Of course, this will affect to count projection in return of investment. The purpose of this thesis is to analyzing the financial for restructuring the investment credit facility that received by PT. ABC. The change of schedule in plantation, price of CPO, exchange rate will influence the structure of credit facility and return of investment. The outcome of evaluation shows that it needs a change of the structure of credit to arise the limit of investment of credit and to extend the time limit for refund of the credit facility of PT. ABC.

Kata Kunci : Industri CPO,PT ABC,Bank Mandiri,Investasi jangka panjang,Proyeksi keuangan,Restrukturisasi fasilitas kredit,CPO industry,PT ABC,Bank Mandiri,long term investment,financial projection,restructuring the credit facility


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.