Laporkan Masalah

Analisis value chain sebagai alat pengendali biaya dalam meningkatkan competitive advantage pada PT Timah (Persero) Tbk

BARATA, Dadang Yogi, Adi Djoko Guritno, Dr. , Ir., MSIE

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Analisis value chain merupakan alat analisis yang berguna untuk memahami aktivitas – aktivitas dan dapat memberikan informasi posisi perusahaan pada value chain yang membentuk nilai suatu produk atau jasa. Analisis value chain dapat diklasifikasikan menjadi analisis yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan, yaitu hubungan dengan supplier (supplier linkages) dan hubungan dengan konsumen (customer linkages). Di samping itu, juga value chain internal perusahaan (the company’s internal value chain). Analisis value chain membantu perusahaan dalam mengidentifikasi posisi perusahaan dan menganalisis aktivitasaktivitas yang ada dalam rantai nilai serta mengurangkan atau mengeliminasi aktivitas yang tidak menciptakan nilai tambah pada produk atau jasa. Perusahaan juga harus menjaga dan meningkatkan hubungan baik yang saling memanfaatkan dengan pemasok dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan, yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk. Di samping itu, perusahaan perlu mempertimbangkan menggunakan teknologi informasi karena membantu dalam memaksimalkan nilai produk atau jasa. PT Timah (Persero) Tbk merupakan perusahaan tambang timah yang beroperasi secara terintegrasi, dimulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, peleburan hingga pemasaran dan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berkelanjutan. Dalam bidang usaha penambangan dan produksi timah dijalankan oleh anak perusahaan, yakni PT. Tambang Timah. Sedangkan kegiatan pemasaran yang mencakup kegiatan penjualan dan pendistribusian logam timah dilaksanakan oleh Divisi pemasaran PT Timah (Persero) Tbk. Berdasarkan analisis value chain dan biaya diketahui biaya terbesar pada aktivitas operasi adalah pembelian bahan baku bijih timah, sebagai akibat kurangnya pasokan bahan baku bijih timah dari tambang perusahaan (penambangan sendiri) yang hanya dapat memenuhi 18,54 % dari total kebutuhan bahan baku, sedangkan sisanya sebesar 81,46 % diperoleh dari mitra yang sulit dikontrol oleh perusahaan baik dari sisi volume dan harga.

Value analysis is a valueable analytical tool to understand activities and provide information on company position in the value in the form of a product and service value. Value chain analysis can be classified into analysis related to outside parties such as supplier linkages and customer linkages and the company’s value chain analysis. The value chain analysis helps the company to identify a company position and analyze activities in value chain and to reduce or eliminate activities that are not create additional value of product and service. The company must maintain and improve the relationship both with supplier and keep relation with customers, which is finally expected to be able to improve competitive power of the products. The company is necessasry to consider application of informative technology since it is necessasy to maximize product value. PT Timah (Persero) Tbk as integrated tin mining company from exploration, mining, furnace until marketing and it's a countinuance operation. In tin mining and production business sector is managed by PT. Tambang Timah, as the subsidiary company. While the marketing activities include selling and distributing refined tin is managed by Marketing Division of PT. Timah (Persero) Tbk. Based on value chain and cost analysis showed that the biggest cost activity held by operation activity, as impact buying raw material (tin ore) which 18,54 % tin ore get from self-mining and 81,46 % get from partners who’s can’t controable.

Kata Kunci : Supplier linkages,Customer linkages,The companys internal value chain,Strategi kompetitif, supplier linkages, customer linkages, the company’s internal value chain, competitive strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.