Analisis geographic informastion system sebagai dasar pengembangan jaringan retail bahan bakar minyak :: Studi kasus Kota Surabaya dan sekitarnya
DARWIS, Darius, Didi Achjari, Dr., M.Com
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan melakukan analisis–analisis untuk memahami pasar dan kompetisi SPBU khususnya Kota Surabaya berdasarkan pendekatan faktor geografis (Geographically based Market Analysis) dengan menggunakan Geographical Information System (GIS). Analisis ini dapat membantu pengembangan pasar retail bahan bakar minyak dalam menentukan jarak aman lokasi pendirian antar SPBU, menjaga agar keberadaan SPBU baru tidak sampai merugikan SPBU yang sudah beroperasi lebih dahulu. Metode pendekatan yang digunakan adalah analisis secara kualitatif, analisis spasial dan dokumentatif berdasarkan pada pekerjaan sehari-hari dan studi kepustakaan. Berdasarkan analisis GIS, Kota Surabaya sudah mulai jenuh oleh jumlah SPBU karena hanya sedikit wilayah kota yang tidak tertutup oleh trade area SPBU. Sebagian besar SPBU di Kota Surabaya sudah mengalami kanibalisasi antar sesamanya sehingga rawan persaingan tidak sehat ataupun ancaman kebangkrutan oleh salah satu SPBU tersebut. Posisi yang diperbolehkan untuk dapat didirikan SPBU adalah daerah yang tidak terkena trade area dari SPBU manapun di Kota Surabaya dan mempunyai potensi sales yang memadai. GIS secara umum dapat dimanfaatkan untuk menentukan kelayakan suatu bisnis khususnya bisnis SPBU dan tidak menutup kemungkinan digunakan bisnis retail lainnya. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri peran informasi teknologi khususnya GIS sangat krusial dan merupakan salah satu faktor penting didalam menunjang keberhasilan suatu bisnis.
This study aims to analyze in understanding the market and competition, especially Gas Station (SPBU) in Surabaya based on geographical factors (Geographically based Market Analysis) using Geographical Information System (GIS). This analysis can help the development of fuel oil retail markets in determining the safe distance between SPBU, to ensure that the existence of new SPBU not detrimental to the existing one. Method approach is used in qualitative analysis, spatial analysis based on the daily work, the study of literature, as well as briefing and discussion with the lecturer. Based on the analysis of GIS, City of Surabaya is saturated by the number of SPBU because only a few areas of the city that are not covered by SPBU trade area. Most SPBU in Surabaya have experienced canibalization between each other so that the proneness to unhealthy competition or the threat of bankruptcy by one of these SPBU. A position that allowed for SPBU can be established is not affected by the regional trade area SPBU from anywhere in the city of Surabaya and have the potential sales sufficient. GIS in general can be used to determine the feasibility of a business especially SPBU business and does not close the possibility to use other retail business. Therefore could not be denied the role of information technology, especially GIS is very crucial and is one of the important factors in supporting the success of a business.
Kata Kunci : SPBU,Geographically based market analysis,GIS,Analisis spasial,Trade Area,