Laporkan Masalah

Analisis penilaian harga wajar saham dalam proses persiapan initial public offering (IPO) :: Studi kasus pada PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)

YUSTIKARINI, Enny, Kusdhianto Setiawan, SE., Siv.Ok

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Kesuksesan sebuah proses Initial Public Offering (IPO) ditandai dengan adanya oversubscribed pada penawaran saham tersebut. Untuk mencapai hal tersebut, hal penting yang harus diperhatikan adalah penentuan harga yang wajar terhadap saham yang akan ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan harga saham yang wajar dalam proses IPO pada PTPN VII yang direncanakan terjadi pada akhir tahun 2009. Penentuan harga saham tersebut didasarkan pada tingkat harga yang mencerminkan kondisi dan kinerja perusahaan yang sebenarnya dan sesuai dengan five-year policy perusahaan dengan tetap mengacu pada teori-teori manajemen keuangan, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan acuan oleh perusahaan dari sisi keilmuan (akademis). Proses analisis data pada penelitian ini meliputi beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah proyeksi nilai penjualan dan HPP, penyusunan proforma laporan keuangan, penentuan harga saham yang didasarkan pada penilaian perusahaan, baik menggunakan metode DCF maupun PER. Dalam penelitian ini dikembangkan tiga skenario dalam menentukan penilaian perusahaan. Skenario tersebut dibedakan atas tingkat investasi pada aset lahan, dengan pertimbangan hal tersebutlah yang dapat berdampak langsung terhadap penilaian perusahaan. Base scenario mengasumsikan investasi dapat direalisasikan secara penuh oleh perusahaan, sedangkan skenario 2 investasi hanya direalisasikan sebesar 70% dari rencana, dan skenario 3 investasi hanya sebesar 30% dari rencana. Proyeksi laporan keuangan dilakukan selama lima tahun ke depan dari tahun 2009-2013, dengan mengacu pada historical performance dan five-year business plan. Dari angka-angka tersebut dihasilkan perkiraan nilai perusahaan yang menjadi basis perhitungan harga saham yang merupakan present value dari aliran kas bebas (free cash flow) yang dihasilkan di masa mendatang. Dari analisis menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) diperoleh harga per lembar saham PT. PTPN VII sebesar Rp 551 dengan asumsi jumlah saham yang ditawarkan ke publik 2,4 milyar lembar. Sedangkan berdasarkan metode Price Earning Ratio (PER), didapatkan harga saham per lembar sebesar Rp 621. Base scenario menunjukkan indikator pertumbuhan dan nilai perusahaan yang paling superior dibanding dua skenario lainnya. Dengan menerbitkan saham baru berdasarkan base scenario, terdapat tambahan manfaat sebesar Rp 111 milyar yang dapat dinikmati oleh pemegang saham, baik lama maupun baru. Akan tetapi rencana investasi perusahaan belum mampu menghasilkan tingkat pengembalian sesuai harapan investor, dimana ROIC yang dihasilkan sebesar 14,14% lebih kecil dari cost of capital (WACC) perusahaan sebesar 16,7%.

The success of Initial Public Offering (IPO) process is reflected by whether it oversubscribed or not. The key issue to achieve it is setting the right price at which shares will be offered. The objective of this research is to determine the right or proper share price on the IPO process of PTPN VII which is planned to happen in the end of year 2009. The proper price should reflect the actual condition and performance of the company based on its five-year policy, but still refer to financial management theories, therefore it can be used as a reference from academic’s point of view. Analysis process in this research consists of several phases. Those are sales and cost forecasting, projecting pro forma financial statement, and share price calculation based on company valuation approach, which used DCF and PER method. There are three scenarios that will be developed in company valuation process. These scenarios have variation in land investment level, considering land investment has the most significant impact to company value. Base scenario assumes that company will be able to realize all land investment plan, while in scenario 2 and 3 only 70% and 30% of land investment will be attained. The financial statement will be projected up to 5 years from 2009 to 2013 based on the historical performance and five-year business plan. Based on pro forma financial statement, company’s value estimation as the basis of share valuation which is the present value of the projected free cash flow can be obtained. From Discounted Cash Flow (DCF) approach, the share price of PTPN VII is Rp 551 each, with the assumption 2.4 billion outstanding shares that will be offered. While based on Price Earning Ratio (PER) approach, the share price is Rp 621 each. Base scenario is resulting the most superior growth and the highest company value among two other scenarios. Selling newly issued shares will create additional benefit as much as Rp 111 billion to shareholders, both previous or new one. Despite that benefit, company investment plan can not attain investors’ required rate of return, which is shown in company ROIC of 14.14% that less than its cost of capital (WACC) of 16.7%.

Kata Kunci : IPO, harga saham, forecasting, valuasi, analisis skenario, Discounted Cash Flow (DCF), Price Earning Ratio (PER), share price, valuation, scenario analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.