Laporkan Masalah

Dimensi budaya dalam bisnis internasional :: Studi kasus bisnis Pasteurized Crambmeat antara Indonesia dan Amerika Serikat

WULANDARI, Rr. Ayuk, Nopirin, Prof., Dr., MA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pada era globalisasi di mana batas lintas negara bukan merupakan halangan bagi para pelaku bisnis untuk melakukan global sourcing, menjadikan kehidupan bisnis menjadi semakin dinamis. Banyak sekali perusahaan yang melakukannya untuk mengoptimalkan profit dan menekan biaya produksi. Namun pada kenyataannya, perusahaan banyak dihadapkan oleh banyak permasalahan dengan kegiatan ini, baik permasalahan yang bersifat nyata yang disebabkan oleh politik, ekonomi, dan sosial, maupun permasalahan yang bersifat tidak nyata seperti budaya. Penelitian ini mengangkat masalah budaya yang dianggap berpengaruh pada hubungan bisnis. Ketidakpahaman terhadap budaya mitra dapat berpengaruh kurang baik terhadap pengambilan keputusan bisnis. Untuk mengetahui bagaimana budaya Indonesia dan AS digunakan VSM 08 milik Hofstede, yang disebarkan ke delapan eksportir pasteurized crabmeat di Indonesia dan sepuluh importir pasteurized crabmeat di AS, dengan masingmasing terdiri dari 20 responden, Pengumpulan data menggunakan tehnik Purposive Sampling. Tehnik analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa regresi Stepwise, di mana variabel-variabel independen yang tidak signifikan terhadap variabel dependen akan digugurkan, untuk kemudian dihitung koefisien korelasi dan sumbangan relatifnya. Hasil dari penelitian ini adalah a) bisnis internasional dipengaruhi secara signifikan oleh dimensi budaya, yang hal ini sesuai dengan tujuan penelitian pertama untuk mengetahui bagaimana pengaruh dimensi budaya terhadap bisnis internasional. b) bisnis internasional pada responden Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh dimensi budaya individualisme, sedangkan pada responden AS dipengaruhi secara signifikan oleh dimensi budaya maskulinisme, yang hal tersebut sesuai dengan tujuan penelitian kedua untuk mengetahui bagaimana solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi permasalahan yang muncul dalam bisnis internasional yang disebabkan oleh perbedaan budaya

The face of international business has changed tremendously in the last decade as globalization and the advancement of technologies are closing the gaps of international borders. International business have grown exponentially as business transactions become ever more complex and competitive. Global sourcing has become one of the means to increase profit margins and reduce costs for many corporations. In doing so, companies encounter the constraints which originate from the political, economic and social dynamics of the respective areas. Although the latter often receive the least attention for seemingly to appear a rudimentary issue, recent researches have indicated otherwise. It was becoming apparent that cultural dimension often effect how business decisions are being made. Hence, has a significant potential to disrupt business transactions if not properly recognized and addressed. This thesis attempts to confirm the above theory through the study case of Indonesia and US crabmeat business. The research used Hofstede’s VSM 08 questionnaire, by which 8 Indonesian crabmeat exporters and 10 USA crabmeat importers answered the questionnaire. Each country has 20 respondents that were selected through purposive sampling. The data was analyzed by Regression Stepwise method where the insignificant independent variables were automatically removed. The results of the research confirmed the following a) Cultural dimensions have significant influence on International Business as indicated earlier in the first research objective. b) MAS and IDV also have a significant influence over International Business as also indicated in the second research objective.

Kata Kunci : Dimensi budaya,Bisnis Internasional, Cultural dimension, International Business.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.