The effects of free cash flow, investment opportunity set and firms size on financial leverage :: A Test of pecking order and agency theories
FIKRI, Muhammad, Suad Husnan, Dr.,MBA
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenPada umumnya free cash Flow akan menciptakan konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham. pemegang saham mengharapkan dana yang tersisa agar didistribusikan sebagai dividen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sedangkan para manajer mengharapkan dana tersebut agar dapat diinvestasikan kembali pada proyek yang bernilai positif karena investasi yang bernilai positif akan berdampak terhadap peningkatan insentif kepada manajer. Masalah ini menarik untuk dianalisa guna memahami perilaku perusahaan di Indonesia dalam mengelola kebijakan hutang mereka. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ada banyak teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan kebijakan hutang perusahaan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori penting dalam mengelola hutang, yaitu teori keagenan dan teori pecking order. Peneliti berusaha untuk memahami teori yang mana yang paling cocok dalam menjelaskan kebijakan hutang pada perudahaan terbuka di Indonesia. berdasarkan data, hasil dari penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif antara hutang dan free cash flow untuk perusahaan yg mempunyai kesempatan berkembang kecil, terlebih untuk perusahaan yang berukuran besar, ini artinya kebijakan perusahaan yang mempunyai kesempatan berkembang kecil dapat dijelaskan dengan teori keagenan. Hasil lainnya menunjukkan bahwa kebijakan hutang perusahaan akan rendah bila perusahaan mempunyai Free cash flow yang besar dan mempunyai kesempatan berkembang yang besar. ini artinya kebijakan perusahaan yang mempunyai peluang untuk tumbuh besar dapat dijelaskan dengan teori pecking order
Free cash flow usually generates conflict of interest between company’s shareholders and company’s manager. Shareholders expect the remaining fund to be distributed as the dividend to increase their wealth, while the manager expects the remaining fund to be invested on the positive NPV project because the profiting investment will increase the incentives for the manager. This issue is interesting to be analyzed in order to understand the behaviour of Indonesian companies in managing the debt. Based on the previous research, there are many theories can be analyzed to explain the debt policy of company. Therefore, in this research, the researcher analyzed two important theories in debt management, agency theories and pecking order theories. The researcher tries to find out which theory presented more to explain the debt policy in Indonesian Publicly listed companies. Based on the data, the results shows that there is a positive association between debt and FCF for low growth firms, especially when the size is large, this means that non growth firms conform more to the agency theory. Another result shows that the firm's debt level will be lower when it has high FCF and high growth, it means that the smaller growth firms conform more to the pecking order behavior.
Kata Kunci : Free cash flow,Kebijakan hutang,Teori keagenan,Teori pecking order, debt policy, agency theory, pecking order theory