Laporkan Masalah

Pertanian rakyat dan perkebunan eropa di Karesidenan Ternate, 1860-1920

WIJAYENGRONO, Pheres Sunu, Dr. Sri Margana

2009 | Tesis | S2 Sejarah

Tesis ini membahas perubahan pertanian rakyat dan perkebunan Eropa di Karesidenan Ternate pada kurun waktu 1860 to 1920. Pengambilan topik dikarenakan kajian-kajian mengenai sejarah Indonesia Timur masih jarang dilakukan dan peranan penting kawasan Indonesia Timur dalam sejarah Indonesia. Tesis ini menggunakan metode sejarah untuk memecahkan persoalan utama di masa lampau. Baik sumber-sumber primer, arsip, dan sumber-sumber sekuder, artikel, buku, jurnal, dll. digunakan dalam kajian ini. Permasalahan pokok dalam tesis ini adalah bagaimana dualisme yang muncul pada pertanian dan perkebunan yang dilandasi atas dualisme sosial kultural terjadi dan berjumpa di dalam ruang Karesidenan Ternate. Tesis ini akan menunjukkan bagaimana perubahan terdiri dari tiga fase. Fase-fase tersebut secara berturut-turut adalah tradisi pertanian rakyat, industri perkebunan Eropa, dan berujung pada perdagangan hasil bumi. Fase pertama dan kedua adalah sebuah bentuk dari masing-masing sisi dualisme pada bentuk dan nilai-nilai, dan tidak saling berkaitan. Fase terakhir adalah kembalinya situasi di dalam realitas dualisme untuk membangun sebuah fondasi aktivitas ekonomi di Karesidenan Ternate sebagaimana fase pertama. Tesis ini berkesimpulan bahwa sesungguhnya aktivitas sosial ekonomi berkenaan dengan aktivitas pertanian merupakan suatu kelanjutan dari kondisi yang telah ada sebelumnya. Pada masa tersebut kondisi dualisme di segala bidang terus terjadi dalam aktivitas ekonomi dan tidak dapat terpecahkan.

This thesis discusses changes of agriculture and plantation in Ternate Residency during 1860 to 1920. The topic is taken because the studies of Eastern Indonesia history are still rarely done and important role of Eastern Indonesia region in Indonesia history. It applies history method to solve the main problem at the past. Both primary sources, archives, and secondary sources, articles, books, journals, etc. are employed in this study. The main subject of this thesis is how the agriculture and plantation appeared dualism on agriculture and plantation which based on social cultural dualism was occurred and encountered in Ternate Residency. It will show the changes contain of three phases. Those phases are respectively the tradition of people agriculture, the industry of European plantation, and culminate in the commerce of people products. The first and second phases are a form of each dualism, and not interrelated. The last phase is the return of situation in dualism reality as first phase to build a foundation of economy activities in Ternate Residency. This study concludes that the social economy activities dealing with agricultural activities are continuity from existed condition. Totally dualism conditions at time keep occurred on economy activities and indissoluble.

Kata Kunci : Pertanian rakyat,Perkebunan keluarga,Perkebunan,Batjan Maatschappij,Dualisme, people agriculture, family plantation, plantation, Batjan Maatschappij, dualism.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.