Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam perjanjian pembiayaan konsumen pada PT Austindo Nusantara Jaya Finance di Solo
KURNIASARI, Fransisca, Taufiq El Rahman, S.H., M.H
2009 | Tesis | S2 Magister KenotariatanTujuan dari penulisan tesis Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen pada PT. Austindo Nusantara Jaya Finance di Solo adalah untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen pada PT. Austindo Nusantara Jaya Finance di Solo, serta untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum dalam pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis empiris, yang menitikberatkan pada penelitian lapangan selain memanfaatkan data-data kepustakaan. Penelitian dilakukan di PT. Austindo Nusantara Jaya Finance Solo. Narasumber dalam penelitian ini yaitu: Branch Manager, Marketing Executive, Customer Service, Credit Analyst, Collector, dan Konsumen PT. Austindo Nusantara Jaya Finance Solo. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data primer dan sekunder yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Konsumen di PT. ANJF Solo, hubungan hukum para pihak dituangkan dalam bentuk perjanjian baku berupa akta dibawah tangan. Hal ini dapat diketahui dari perjanjian pokok serta perjanjian tambahan. Isi perjanjian pembiayaan konsumen dapat dikelompokkan menjadi beberapa dokumen, yaitu: (1) dokumen pendahuluan, (2) dokumen pokok, (3) dokumen jaminan, (4) dokumen kepemilikan barang, (5) dokumen pemesanan dan penyerahan barang dan (6) supporting document. Perlindungan konsumen sebagaimana amanat UU No. 8/1999 belum sepenuhnya dapat berjalan secara efektif dan optimal. Hak dan kewajiban para pihak tidak seimbang yang tercermin dalam klausula-klausula yang cenderung hanya menguntungkan kreditur, dan seringkali membelenggu hak konsumen. Ketidakefektifan perlindungan konsumen disebabkan karena kesadaran konsumen akan hak-haknya masih rendah, sebagian besar konsumen tidak kritis dan cermat terhadap surat perjanjian. Penerapan asas kebebasan berkontrak secara berlebihan yang cenderung hanya menguntungkan salah satu pihak saja (kreditur) dan kurang mengakomodir hak-hak konsumen (debitur) secara lebih baik. Dalam perjanjian pembiayaan konsumen diketemukan pula klausula eksonerasi yang menurut Pasal 18 UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dinyatakan dilarang dan dapat batal secara hukum.
To the effect of inscriptive protection thesis Sentences to Consumer in indentured Consumer Finances on ANJF at Solo is subject to be know finances agreement performing consumer on ANJF at Solo, and to know how protection sentences in financeses indentured performing that consumer. This observational type is observational jurisdictional empirical judicial formality , one that emphasizes on field research besides utilize bibliography data. Research is done at ANJF Solo. Respondent in observational it which is: Branch Manager, Marketing Officer, Customer service, Credit Analyst, Collector , and ANJF'S Consumer at Solo. Data collecting did by interview. Primary data and secondary already collected being done analisis kualitatif is descriptive. Result observationaling to point out that deep Financeses indentured performing Consumer at ANJF Solo, thes parties jurisdictional relationship be poured in default indentured form as under hand. It can be known from subject agreement and affix agreement. Financeses indentured content consumer can be agglomerated as many documents, which is: (1) advance documents, (2) subject documents, (3) surety documents, (4) goods ownership documents, (5) ordering document and goods hand over and (6) supporting document. Consumerism as it were mandate UU No. 8 / 1999 was utterly gets walkings effectively and optimal. Uneven the parties the right and obligation that most clausals deep mirror which just tend advantages creditor, and oftentimes manacle consumer rights. Insufficiently effective consumerism is caused because consumer consciousness will its rights still low, largely consumer is not critical and thrifty to contract. Emancipated base implement gets contract redundantly which just tend advantage one of the parties only (creditor) and reducing notices consumer rights eminently. In consumer finances agreement is found too clausal eksonerasi one that terminological Section 18 UU No. 8/1999 about stated consumerisms to be prohibitted and gets according to the law nulls.
Kata Kunci : Perlindungan hukum konsumen,Perjanjian pembiayaan konsumen,Legal protection for consumers,Consumer Finances Contract