Vulnerability assessment of the upper Solo watershed to climate and land use-cover change
HARYADI, Sigit, Ir. Subaryono, M.A., Ph.D
2009 | Tesis | S2 MPKDDaerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu ekosistem yang berpotensi akan dipengaruhi oleh perubahan iklim, seperti kekeringan yang berkepanjangan. Aktivitas manusia di dalam DAS telah mempengaruhi perubahan penggunaan/penutupan lahan yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Studi ini untuk mengkaji perubahan penggunaan/penutupan lahan di DAS Solo Hulu dan menghubungkannya dengan penurunan kualitas lingkungan menggunakan kerangka DPSIR. Metode analisa multi-kriteria digunakan untuk menganalisa kerentanan perubahan dari area berhutan ke area tidak berhutan dan area yang berpotensi dipengaruhi kekeringan. Untuk mengkaji perubahan penggunaan/penutupan lahan digunakan metode penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Teknik deteksi setelah perubahan digunakan untuk menganalisa perubahan penggunaan/penutupan lahan dari tahun 1972 sampai dengan 2006. Deteksi perubahan menunjukkan bahwa perubahan terjadi di seluruh bagian DAS Solo Hulu. Analisa deteksi perubahan menunjukkan bahwa area berhutan mengalami penurunan dari 81,558.7 Ha pada tahun 1972 menjadi 29,562.7 Ha pada tahun 2006, area pemukiman mengalami kenaikan dari 14,640.2 Ha pada tahun 1972 menjadi 48,588.3 Ha pada tahun 2006, dan area pertanian mengalami kenaikan dari 36,590.6 Ha pada tahun 1972 menjadi 47,980.0 Ha pada tahun 2006, sedangkan wilayah perairan relatif tidak mengalami perubahan. Beberapa indikator terpilih pada kerangka DPSIR menunjukkan bahwa penyebab terjadinya penurunan kualitas lingkungan bermuara pada kondisi sosial ekonomi. Akibat yang ditimbulkan yang bersifat merugikan berupa hilangnya tutupan vegetasi, sedimentasi waduk, dan pada akhirnya berakibat ke sosial ekonomi masyarakat. Pendekatan analisa multi-kriteria dalam SIG dilakukan dengan menggunakan penumpangsusunan jumlah tertimbang. Penjumlahan bertingkat digunakan untuk menghitung bobot setiap faktor yang berpengaruh. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan perubahan dari area berhutan ke area tidak berhutan adalah perubahan penggunaan/penutupan lahan, kelerengan, ketinggian tempat, jarak dari jalan, jarak dari hutan, dan aspek. Kerentanan ini mencakup 62.20% dari wilayah DAS yang pada umumnya tersebar pada area yang datar dan berdekatan dengan pemukiman. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan kekeringan adalah indikasi kekeringan, batuan induk, kedalaman tanah, tekstur tanah, kemiringan, jarak dari sungai, dan jarak dari sumber mata air. Kerentanan ini mencakup 66.26% dari wilayah DAS yang tersebar pada bagian Selatan dari DAS Solo Hulu.
Watershed system is one of the ecosystems that will be potentially affected by change in climate. Prolonged drought is one of the effects from this event. Human activities have significantly influenced the land use/cover change on watershed that leads to environmental degradation. The study assesses the land use/cover changes of Upper Solo Watershed and links them with the environmental degradation using DPSIR framework. Multi-criteria evaluation (MCE) methods are used to analyse the vulnerability to change from forested area to non-forested area and to the area affected by drought. For assessing long-term land use/cover changes, Remote Sensing and GIS techniques were applied. Post change detection techniques were applied for analysing the land use/cover change from 1972 to 2006. The change detection showed the change occurred in the whole part of Upper Solo Watershed. The analysing of change detection revealed that forested area decreased from 81,558.7 Ha in 1972 to 29,562.7 Ha in 2006, settlement area increased from 14,640.2 Ha in 1972 to 48,588.3 Ha in 2006, and agriculture area increased from 36,590.6 Ha in 1972 to 47,980.0 Ha in 2006, while water area remained constant. Some of the selected indicators on DPSIR framework showed that driving force of environmental degradation addressed to socio-economic conditions. The adverse effects were identified as vegetation loss, reservoir sedimentation, and socio-economic impacts. MCE approach through GIS is employed using weighted sum overlay. Ranking sum is used to calculate the weights of each factor. Some of the factors that influence the change from forested area to non-forested area in watershed are taken into account, namely land use/cover change, slope, elevation, distance from road, distance from forest, and aspect. The vulnerability to change from forest to non-forest accounts 62.20%, which is almost entirely distributed in the flat areas and close to the settlement areas of Upper Solo Watershed. Some of the factors that considered affected by the drought are droughts indices, parental materials, soil depth, soil texture, slope, distance from river, and distance from spring. Vulnerability to drought accounts 66.26% from the total area watershed, which is mostly spread throughout the Southern part of Upper Solo Watershed.
Kata Kunci : Perubahan penggunaan/penutupan lahan,Penginderaan jauh,Sistem informasi geografis,Analisa multi,kriteria,Kerentanan ; land use/cover change, remote sensing, GIS, multi-criteria analysis, vulnerability