Laporkan Masalah

Pengembangan desa pusat pertumbuhan (DPP) Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat

MULYAWAN, Iwan, Dr. H. Luthfi Mutaali, M.T

2009 | Tesis | S2 Goegrafi

Strategi pembangunan perdesaan yang menjadi fokus penelitian ini adalah penentuan serta pengembangan desa pusat pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk : (1) menentukan desa pusat pertumbuhan; (2) mengkaji karakteristik sektor basis;dan (3) menentukan arahan pengembangan Desa Pusat Pertumbuhan (DPP). Penelitian menggunakan pendekatan secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif yang berbasis kepada analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi seluruh desa di Kabupaten Kuningan (375 desa). Teknik analisis yang digunakan klasifikasi dan skoring, analisis rank spearmans, analisis Locationt Quotient (LQ) dan analisis SWOT. Desa pusat pertumbuhan adalah desa yang memiliki keunggulan dalam bidang aksesibilitas lokasi yang baik, ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang tinggi, perkembangan wilayah yang tinggi serta sektor basis pendukung yang dimiliki, sehingga dapat mendukung dalam memberikan stimulus bagi perkembangan wilayah di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 desa yang teridentifikasi sebagai Desa Pusat Pertumbuhan Utama (DPP-U) dan 54 Desa Pusat Pertumbuhan Alternatif (DPP-A), dan terdapat sebelas desa yang memiliki kedudukan sebagai ibukota kecamatan dan satu desa berkedudukan sebagai ibukota kabupaten. Setiap desa pusat pertumbuhan di Kabupaten Kuningan memiliki karakteristik tersendiri yang seyogianya dapat dimanfaatkan, dalam rangka mendorong aktivitas ekonomi produktif desa yang dapat menimbulkan multiplier effect ke desa sekitar dengan arahan pengembangan yang disesuaikan dengan segala potensi yang dimilikinya. Basis kegiatan ekonomi pada tiap klaster berbeda menurut spesifikasi yang dimilikinya, namun sebagian besar mengarah kepada sektor pertanian, pariwisata dan industri pengolahan.

Strategies of rural development which becomes the center of this research is the determination and the development of growth center village. The aims of this research are: (1) to determine the growth center village, (2) to analyze the characteristics of basic sectors, and (3) to define the plan of development of growth center village. The method that used in this research is the descriptive qualitative method based on the secondary data analysis. This research covered all the villages in Kuningan Regency (375 villages). The techniques of analysis are classification and scoring, spearman’s rank, Location Quotient (LQ) and SWOT analysis. The growth center village is a village which has the benefits in the accessibility of location, the availability of socio-economic facilities, the high level of regional development and their basic sectors; so that they can give the stimulants to the regional development of the surrounding areas. The results of the research show that there are 31 villages categorized as the main growth center villages, 54 villages categorized as the alternative growth center villages, and 11 villages as the capital of sub-district and one village as the capital of regency. The basic economic activity in each village is different according to the specification of the area; however, most of them are based on the agriculture, tourism and industrial sectors. Every growth center village in Kuningan Regency has their own characteristics which have to be taken in to account in order to maintain the economic activity of village and to give the positive multiplier effects to the surrounding areas considering the development plan which is suitable to the potency of the local conditions.

Kata Kunci : Pengembangan desa pusat pertumbuhan,Aksesibilitas lokasi,Ketersediaan fasilitas pelayanan,Perkembangna wilayah,Sektor basis, growth center village, accessibility of location, availability of facility; regional development, basic sector


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.