Laporkan Masalah

Faktor-faktor penentu kesiapan anak masuk sekolah dasar

YUNIARRAHMAH, Emma, Dr. Maria Goretti Adiyanti

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Sekolah Dasar merupakan dunia baru bagi anak yang menuntut mereka menjadi lebih serius dibandingkan ketika masih duduk di Taman Kanak-kanak atau kelompok bermain. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di sekolah, salah satunya adalah kesiapan anak bersekolah. Anak harus siap saat mereka akan memasuki bangku sekolah dengan berbagai kemampuan kognitif, kemampuan bahasa, kesehatan fisik, dan sosial-emosi yang sesuai dengan tahapan perkembangannya agar mendapatkan pendidikan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris tentang peran kecerdasan, regulasi emosi, dan kompetensi sosial dalam memprediksi kesiapan anak masuk Sekolah Dasar. Selain itu juga ingin mengetahui perbedaan kesiapan anak masuk Sekolah Dasar, regulasi emosi, dan kompetensi sosial ditinjau dari jenis kelamin dan usia anak. Subjek penelitian ini adalah siswa Taman Kanak- Kanak kelas B atau yang akan masuk Sekolah Dasar di wilayah Kotamadya Banjarmasin Kalimantan Selatan, yaitu sebanyak 239 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari alat tes Coloured Progressive Matrics (CPM), Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST), panduan observasi regulasi emosi dan panduan observasi kompetensi sosial. Teknik analisa data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Analisis Regresi 3 prediktor atau Analisis Regresi Berganda (untuk hipotesis 1) dan Anava Multivariat (untuk hipotesis 2 & 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan, regulasi emosi, dan kompetensi sosial mampu memprediksi kesiapan anak masuk Sekolah Dasar (Freg = 11,669 dan p = 0,000; p< 0,05); (2) tidak ada perbedaan yang signifikan pada regulasi emosi dan kompetensi sosial antara anak laki-laki dan perempuan (F regulasi emosi = 1,153 dan p = 0,284; p>0,05 dan F kompetensi sosial = 1,870 dan p = 0,129; p>0,05); (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada kesiapan masuk Sekolah Dasar antara anak laki-laki dan perempuan (F = 4,121 dan p = 0.044; p<0,05), dimana anak perempuan lebih siap masuk Sekolah Dasar daripada anak laki-laki; dan (4) tidak ada perbedaan kesiapan masuk Sekolah Dasar, regulasi emosi, dan kompetensi sosial ditinjau dari usia anak (F = 0,852 dan p = 0,568; p>0,05).

Primary school is a new world for children and it requires them to be more serious than before when they are still at kindergartens or playgroups. Numerous factors have affected school learning achievement; one of them has to do with school readiness. Children should be ready when they are going to attend schooling with various cognitive skiils, physical health, and socio-emotional competences appropriate with their developmental stages to obtain appropriate education. The present research aims to empirically examine the role of intelligence, emotional regulation, and social competences in predicting school readiness. In addition, it is to identify the difference in school readiness, emotional regulation, and social competence viewed from the gender and age s of children. Subjects involved 239 students of Kindergarten Class B or those were going to primary school in Banjarmasin Municipality, South Kalimantan. Measurement instrument used in the research consisted Coloured Progressive Matrics (CPM), Nijmeege Schoolbekwaamhelds Test (NST), emotional regulation observation guides, and social competence observation guides. Data analysis techniques adopted to test hypothesis were Regression Analysis with 3 Predictor or Multiple Regression Analysis (for hypothesis 1) and Anava Multivariate (for hypothesis 2 & 3). Results showed that (1) intelligence, emotional regulation, and social competence were capable to predict school readiness (Freg = 11,669 and p = 0,001; p< 0,05); (2) no significant difference was found in emotional regulation and social competence between male and female students (F emotional regulation = 1,153 and p = 0,284; p>0,05 and F social competence = 1,870 and p = 0,129; p>0,05); (3) significant difference in school readiness between male and female students (F = 4,121 dan p = 0.044; p<0,05); and (4) no significant difference in school readiness, emotional regulation, and social competence viewed from ages of children (F = 0,852 dan p = 0,568; p>0,05).

Kata Kunci : Anak,Sekolah dasar,Kecerdasan,Regulasi emosi,Jenis kelamin,Usia,School readiness, intelligence,emotional regulation,social competence,gender, age


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.