Penentuan kriteria pemilihan suplier menggunakan metode AHP konvensional dan fuzzy AHP pada perusahaan waralaba (franchise)
DEWI, Eryka Pandu Ekalia, Ir. Rini Dharmastit, M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Teknik MesinPerusahaan franchise (waralaba) saat ini sedang berkembang dengan pesat, salah satunya adalah yang berbasis makanan. Penelitian yang telah dilakukan pada waralaba berbahan dasar ayam (fried chicken) di PT. FFI, PT. TCI, dan JJFC menunjukkan bahwa pemilihan bahan baku utama merupakan salah satu faktor penting yang menjamin kelangsungan perusahaan Untuk itu dibutuhkan suatu standard kriteria dan pemilihan suplier yang tepat. Penentuan standard tersebut menggunakan AHP Konvensional dan Fuzzy AHP. Pengumpulan data yang mendukung penelitian ini, dilakukan dengan pengisian kuisioner. Kuisioner 1 berisi sejumlah kriteria yang berhubungan dengan pemilihan suplier disebarkan kepada responden, yaitu divisi Quality Assurance pada tiap perusahaan. Kriteria-kriteria tersebut disusun berdasarkan studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil pengolahan kuisiner 1 menunjukkan adanya beberapa kriteria yang tidak diterima. Dari sejumlah kriteria yang diterima selanjutnya disusun struktur hirarki pemilihan suplier terbaik Struktur hirarki tersebut dijadikan dasar untuk menyusun kuisioner 2 yang berisi penilaian perbandingan berpasangan (pairwaise comparison) antar kriteria dan sub kriteria. Kuisioner untuk AHP Konvensional menggunakan skala perbandingan antara 1 – 9 sedangkan untuk Fuzzy AHP menggunakan TFN (Triangular Fuzzy Number). Hasil penelitian menggunakan AHP Konvensional maupun Fuzzy AHP menunjukkan bahwa dalam pemilihan suplier, kriteria kualitas, kehigienisan, pelayanan dan pengiriman merupakan kriteria utama yang digunakan untuk menentukan kriteria pemilihan suplier terbaik, sedangkan perankingan suplier menggunakan AHP Konvensional dan Fuzzy AHP menunjukkan hasil yang berbeda meskipun tidak signifikan. Metode Fuzzy AHP dipandang lebih akurat karena penilaian tingkat konsistensi dilakukan pada setiap level struktur hirarki pada masingmasing responden dan Fuzzy AHP mampu mengakomodir ketidak konsistenan dalam penilaian.
Franchise company is being rapidly developed this day, including food-based franchise. Research that has been done on chicken-based franchise (fried chicken) in PT. FFI, PT. TCI, and JJFC shows that the basic material selection is the most important thing to assure the viability of the company. Thus, there is a necessity in criteria standard and appropriate supplier selection. Conventional AHP and Fuzzy AHP were used because basically AHP can be used to solve complex problem into structured one. Whereas, Fuzzy AHP is the development of AHP, to solve the uncertain problem in which there is no clear border between one condition and another, using TFN (Triangular Fuzzy Number). The criteria determination was taken from literature study. Several decision maker from each company were asked to fill questioner. The questioner for Conventional AHP use pairwise comparison with comparison ratio 1 – 9, an Fuzzy AHP using two kinds of questioner: pairwise comparison and questioner that contain linguistic variable, translated into TFN (Triangular Fuzzy Number). The calculation and processing of the two methods shows a different weighting and the order of supplier selection. The result can be used as input to the companies, to be compared with other supporting data to know whether criteria determination and supplier selection is already appropriate or need several corrections and changes.
Kata Kunci : AHP (Analysis Hierarchi Process), Logika fuzzy, Fuzzy AHP, TFN (Triangular Fuzzy Number)