The effectiveness of East Belitung public health insurance project :: Evaluating projects performance based on users perception
SRIHARTATI, Yeni, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 MPKDProyek jaminan kesehatan masyarakat atau program jaminan kesehatan sosial masyarakat diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar. Di tingkat nasional atau pusat, proyek atau kegiatan ini sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin sebagai kelompok masyarakat yang paling besar merasakan dampak buruk dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998. Krisis ini telah mengakibatkan turunnya, dan atau bahkan hilangnya kemampuan masyarakat miskin untuk mendapatkan akses terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan yang paling dasar sekalipun. Proyek ini kemudian juga diadopsi sampai ke tingkat pemerintahan tekecil di daerah, sebagai salah satu konsekuensi bahwa tidak semua masyarakat miskin Indonesia dapat dijamin melalui pendanaan kegiatan pemerintah pusat. Bahkan, dalam perkembangannya, pada tingkat pemerintah lokal, issue ini kemudian dijadikan sebagai strategi politik yang sangat popular untuk memenangkan pemilihan langsung semua kepala daerah. Di kabupaten Belitung Timur, strategi memberikan jaminan kesehatan dasar bagi seluruh penduduknya secara gratis atau cuma-cuma pertama kali juga diperkenalkan melalui proses pemilihan bupati/kepala daerah pertama secara langsung pada tahun 2005, yang tidak hanya menjanjikan untuk memberikan jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin melalui kegiatan jaminan kesehatan daerah, tapi seluruh penduduk kabupaten Belitung Timur yang belum memiliki jaminan kesehatan sosial sebagaimana yang dimiliki oleh pegawai pemerintahan, dan atau pekerja swasta yang telah dijamin oleh perusahaan mereka. Karenanya, sejak Februari 2006, proyek jaminan kesehatan masyarakat kabupaten Belitung Timur pun dilaksanakan dengan mengadopsi skema proyek jaminan kesehatan masyarakat yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dengan menunjuk perusahaan penjamin kesehatan milik pemerintah atau PT.ASKES sebagai Badan Pelaksana (Bapel) dan PUSKESMAS sebagai penyedia kesehatan tingkat pertama di setiap kecamatan. Fokus dari penelitian ini adalah penilaian terhadap efektivitas kinerja proyek jaminan pelayanan kesehatan masyarakat kabupaten Belitung Timur dalam memberikan layanan kesehatan dasar di PUSKESMAS berdasarkan persepsi pengguna proyek dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui media kuisioner, interview, dan pengamatan langsung di 4 PUSKESMAS di seluruh wilayah kecamatan kabupaten Belitung Timur antara bulan Agustus – September 2008. Data primer didapatkan dari 238 responden yang dipilih secara purposif terpilih dari kelompok responden wanita berusia antara 50-55 tahun yang menjadi pengguna proyek jaminan kesehatan masyarakat Belitung Timur atas dasar pertimbangan sangat besarnya jumlah populasi penelitian yang mencapai lebih dari 50.000 orang pengguna proyek dengan rentang usia yang sangat beragam, disamping pertimbangan dari hasil persiapan penelitian, sebagaimana diinformasikan oleh para dokter dan kepala PUSKESMAS, kelompok responden dimaksud adalah yang paling banyak dan sering mengunjungi PUSKESMAS untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar dan menjadi kelompok sex dan usia yang juga paling rentan dan berisiko tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan. Aspek-aspek yang dipelajari dalam penelitian ini adalah variabel dan indikator yang mempengaruhi kinerja layanan perawatan kesehatan dasar yang diberikan oleh PUSKESMAS sebagai penyedia layanan kesehatan berdasarkan persepsi pengguna proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan perawatan kesehatan dasar yang diberikan melalui proyek jaminan kesehatan masyarakat Belitung Timur belum bisa memenuhi harapan pengguna proyek, yang mana dari 5 variabel kinerja layanan, 4 diantaranya di persepsi secara negatif oleh pengguna proyek. Penelitian ini merekomendasikan PUSKESMAS sebagai penyedia layanan kesehatan dasar tingkat pertama dari proyek jaminan kesehatan masyarakat untuk melakukan inventarisasi asset dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung terjaminnya kualitas pemberian layanan kesehatan dasar kepada pengguna proyek secara konsisten, membangun persepsi bersama seluruh penyedia layanan kesehatan untuk memperlakukan pengguna proyek sebagai pelanggan atau klien yang berhak dilayani secara prima meskipun berobat secara gratis atau cuma-cuma, dan melibatkan penduduk sebagai pengguna proyek pemerintah secara aktif dalam proses perencanaan sistem kesehatan pemerintah daerah sejak tingkatan paling awal dari proses perencanaan dengan membentuk mekanisme perencanaan yang memberdayakan.
Kata Kunci : Jaminan kesehatan masyarakat,Pelayanan kesehatan,Kinerja pelayanan kesehatan,Persepsi,Efektivitas