Women role in family decision making process and family socio economic condition in small landholder family
NOTE, Taufikurrahman Pua, Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D
2009 | Tesis | S2 MPKDHubungan intra keluarga melambangkan interaksi antar anggota keluarga dalam mencapai hidup yang lebih baik. Partisipasi wanita dalam aktivitas produktif keluarga diluar usaha tani keluarga adalah penting untuk mempertahankan tambahan penghasilan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarganya. Partisipasi wanita dari keluarga petani yang memiliki lahan pertanian sempit dalam lapangan usaha produktif diakibatkan oleh terbatasnya hasil panenan yang diperoleh dari usaha tani keluarganya. Wanita di desa Bilelando menunjukkan bentuk kerja produktif selain dilahan usaha taninya dalam bentuk pekerjaan sebagai buruh tani di lahan orang lain, pekerja kerajinan, menenun, dan usaha dagang kecil-kecilan dalam keluarga. Keterlibatan wanita dalam lapangan usaha produktif menghasilkan kemampuan tawar-menawar dalam proses pengambilan keputusan keluarga, yang diasumsikan dapat meningkatkan kondisi social ekonomi keluarga, dan kemudian dipergunakan untuk mepertahankan kondisi kehidupan keluarga. Posisi tawar-menawar antara anggota keluarga (antara suami dan istri) menunjukkan kekuatan dari masingmasingnya dalam mengusulkan dan terlibat dalam aktivitas dalam keluarga, serta selanjutnya diimplementasikan dalam bentuk strategi keluarga. Dengan menggunakan metode survey, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan bentuk partisipasi wanita dalam proses pengambilan keputusan keluarga dan untuk mengetahui efek dari dari keterlibatan wanita dalam proses pengambilan keputusan keluarga terhadap kondisi sosial-ekonomi keluarga, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak, kesehatan, dan ketahanan pangan. Penelitian ini menemukan terdapat dua bentuk proses pengambilan keputusan keluarga yaitu Bargaining Household dan Non-bargaining Household. Dalam Bargaining Household peranan wanita dalam aktivitas produktif keluarga memberikan wanita hak dalam proses pengambilan keputuan keluarga dan diterima dengan baik oleh suami dalam bentuk pemerataan kesejahteraan keluarga dan pembagian tanggungjawab dalam rumah tangga, sedangkan dalam Non-bargaining household keterlibatan wanita dalam usaha produktif kurang mendapat perhatian oleh suami dan juga kurang dalam hal kontrol terhadap pemerataan kesejahteraan dalam keluarga. Menggunakan pendekatan Livelihood Outcomes dalam mempelajari kondisi sosioekonomi keluarga, penelitian ini menemukan bahwa Bargaining Household memiliki strategi yang dinamis dalam hal menyelesaikan persoalan dalam keluarga, sedangkan Non-bargaining Household, nilai-nilai tradisional masih dipegang teguh sehingga dalam menyelesaikan persoalan keluarga masih dilakukan secara pasif dan berdasarkan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Dalam Bargaining Household, pendidikan diyakini sebagai upaya untuk memperbaiki kesejahateraan keluarga, dan lebih independen dalam mengatasi masalah ketahan pangan.
Intra household relationship reflected the interaction of family members toward better life. The involvement of woman in family productive activities outside their farmlands is important to secure additional incomes that influence their livelihood. The involvement of woman from small landholder family in such productive activities is caused by the insufficient yield from their own land. Woman in Bilelando village show their productive works outside their farm land as labour in other’s farmland, handicraft worker, waving, and other home business. The involvement in productive works created the bargaining power of women in family decision making process, which is assumed increasing the family socio economic status thus securing family livelihood. Bargaining position of house hold members, between husband and wife show the power of each individual to propose and involve in family activities and then implement it in form of family strategies. Using survey method, the objective of this research is to identify the forms of women participation in family decision making process and to determine what is the effect of woman in family socio economic condition in term of children education, health, and food security that are influenced by women involvement in family decision making process. The research found that there are two types of decision making process in household, bargaining and non bargaining household. In bargaining household, woman role in family productive activities provides right in family decision making and wellaccepted by husband through the distribution of family benefit and shared responsibilities, while in non bargaining household, the involvement of women in family economics have less acceptance from the husband and control over family benefit. Assessing family social economic condition through livelihood outcomes approach, in general this research found in bargaining household there is an dynamic strategies that carried out to deal with family problem and the effort to optimize family resource to achieve better life, while in non bargaining household, family strategies is tied on culture and traditional value, in which implied on the common and passive efforts for solving family problems. Moreover, education in bargaining household is believed as the way to improve their livelihood, while health issues, such as general health condition and family planning, show the same characteristic, in which for these two types of household health is an important factor to support both wife and husband conducting their jobs. In terms of food security, bargaining household is more independent to solve their food security problem than non bargaining household. This condition affected the shorter period of food shortage in bargaining household than non bargaining household.
Kata Kunci : Partisipasi wanita,Pengambilan keputusan keluarga,Bargaining household,Non,bargaining household