Laporkan Masalah

The sustainability of village tourisms in Sleman Regency based on visitors opinion

SANTOSA, Budi, Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2009 | Tesis | S2 MPKD

Desa wisata adalah pariwisata yang memanfaatkan situasi dan kondisi di daerah pedesaan. Pada tahun 2002, Pemerintah Kabupaten Sleman mulai memperkenalkan desa wisata. Namun, dari 30 desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman, 10 desa wisata dapat dikatakan berhasil dan 20 desa wisata lain memiliki beberapa masalah dalam pelaksanaanya. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keberlanjutan desa wisata berdasarkan kesinambungan kunjungan dari wisatawan. Empat pertanyaan utama yang dibahas dalam penelitian ini: 1) karakteristik desa wisata di Kabupaten Sleman; 2) karakteristik pengunjung desa wisata; 3) faktorfaktor penting yang menarik wisatawan di desa wisata, dan 4) evaluasi untuk kepuasan pengunjung desa wisata. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara, pengamatan, dan pengumpulan data sekunder. Lokus penelitian di Kelor dan Kembangarum. Keduanya merupakan 2 desa wisata di Kabupaten Sleman yang mengalami keberhasilan menarik pengunjung dibandingkan desa wisata yang lain. Study ini menemukan bahwa desa wisata di Kabupaten Sleman secara umum memanfaatkan pemandangan alam, kegiatan pertanian, makanan tradisional, seni tradisional, budaya dan tradisi sebagai daya tarik wisata. Pengunjung desa wisata di dominasi oleh wisatawan usia sekolah dan berasal dari Kabupaten Sleman. Berdasarkan opini dari pengunjung 5 faktor penting yang menarik wisatawan adalah transportasi, pelayanan dan keramah-tamahan, akomodasi dan souvenir, informasi dan sarana pendukung. Pengunjung dikelompokkan menjadi 3 kelompok: 1) grup A memiliki pendapat khusus tentang pelayanan dan keramah tamahan; 2) grup B yang mempunyai pendapat khusus tentang transportasi; dan 3) grup C tidak mempunyai pendapat khusus. Untuk menjamin keberlangsungan desa wisata, pengelola memerlukan strategi khusus dalam pengembangan desa wisata. Ciri khas tiap desa wisata perlu di munculkan untuk lebih menarik jumlah wisatawan berkunjung ke desa wisata. Konsep pengembangan desa wisata juga perlu diperjelas, karena dengan konsep yang lebih jelas akan memberikan gambaran potensi, tujuan dan segmentasi pasar yang ada. Pengelompokan pengunjung dari hasil studi ini menggambarkan perlunya strategi dalam hal pemasaran untuk menarik jumlah pengunjung yang lebih banyak. Kerjasama dengan sekolah-sekolah, perusahaan jasa pariwisata dan promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi akan memberikan dampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan di desa wisata. Peningkatan kualitas transportasi, pelayanan dan keramah-tamahan, akomodasi dan souvenir, informasi akan memberikan pengaruh pada kenyamanan wisatawan saat berkunjung di desa wisata dan keberlanjutan dari desa wisata.

Village tourism is a type of tourism village in rural area. In 2002, Government of Sleman Regency started to introduce village tourism. However, in some cases, village tourism has not shown good performance. 10 of 30 village tourisms in Sleman were successful and the other 20 village tourisms had some problems. In this study, sustainability of tourism is evaluated by continuous visits of people. Then, it is assumed that sustainable village. Four main questions were addressed in this research: 1) characteristics of village tourism in Sleman Regency; 2) characteristics of tourists who visited the village tourisms; 3)importants factors in village tourism using visitors` opinion; and 4) evaluation for satisfaction of visitors. The research was done by both qualitative and quantitative method. Data was collected using questionnaires, interviews, observations, and secondary data collection. The loci of this research were Kelor and Kembangarum Village Tourisms in Sleman Regency. This research found that village tourisms in Sleman Regency exposed natural scenery, agriculture activities, traditional food, traditional art, culture and tradition. Visitors are predominantly young people and they come from Sleman Regency. Based on visitors` opinions, transportation, human service and hospitality, accommodation and souvenir, information and facilities are important factors which can increase a number of visitors. Visitors were categorized into three groups : 1) group A has special opinion in human service and hospitality ;2) group B has special opinion in transportation; and 3) group C has no special opinion. Four important factors of village tourism have significant correlation to satisfaction of visitors. Finally, the sustainability of village tourisms has strong relationship to the characteristics of visitors and important factors in the villages. Visitors relate to the sustainability of economic at the villages and important factors as tourism attributes relate to social and environmental sustainability. Stakeholders of village tourisms must define system which relates to market,character and purpose of village tourisms to increase the number of visitors and to develop the sustainability of village tourisms.

Kata Kunci : Desa wisata,Kesinambungan,Kepuasan pengunjung,Kabupaten Sleman,village tourism,sustainability,satisfaction,Sleman Regency.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.