Laporkan Masalah

Pengaruh pemberian 1 MG/KGBB propofol 1 persen terhadap agitasi yang diberikan pada akhir pembedahan saat pemulihan dari anestesi umum LMA (Laryngeal Mask Airway) dengan sevofluran pada anak usia 2-10 tahun

SILALAHI, Vanessy Theodora, dr. Calcarina Fitriani RW, Sp.An-KIC

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Sevofluran merupakan obat anestesi inhalasi yang ideal untuk penggunaan pada bedah pasien pediatri, karena induksi yang lancar, bau yang menyenangkan, iritasi jalan napas yang minimal, dan bangun yang cepat karena kelarutan dalam darah yang rendah. Tetapi dari penelitian terdahulu, penggunaan obat anestesi inhalasi terutama sevofluran dapat menyebabkan agitasi saat pemulihan yang diduga salah satunya karena bangun yang cepat dari anestesi. Pemberian propofol sebelum pengakhiran pembedahan bertujuan memperpanjang masa pulih, karena dari penelitian masa pulih propofol lebih panjang dari sevofluran. Rancangan penelitian ini adalah uji kontrol acak tersamar tunggal. Subyek penelitian adalah 80 pasien pediatri, laki-laki dan perempuan, usia 2-10 tahun, status fisik ASA I-II, yang akan menjalani pembedahan selain operasi daerah kepala dan leher secara terencana dengan anestesi umum di GBST RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Subyek dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 40 pasien. Kelompok I (P) akan diberikan propofol 1% 1mg/kgbb iv dan kelompok II (K) diberikan NaCl 0,9% 1mL/kgbb pada akhir pembedahan. Skala agitasi dicatat sampai menit ke-60 di ruang pemulihan. Selain itu dinilai juga tekanan darah, laju nadi, dan saturasi.

Sevoflurane is an ideal anesthetic agent commonly used in pediatric surgery because of smooth induction with its pleasant odor and minimal airway reaction, as well as rapid emergence because of its low solubility in blood. Instead of this benefit, the fact with previous study revealed several incidence of emergence agitation because of its rapid emergence from anesthesia. Due to propofol’s emergence time which is longer than sevoflurane, thus propofol before ending the surgery would lengthen emergence time. This is a randomized single blind controlled study. Subjects are 80 male and female pediatric patients in the ages 2-10 years old, ASA physical status I-II undergoing elective surgery except head and neck with general anesthesia in the Central Operating Theater (COT) RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Subjects then divided into 2 groups, each group consists of 40 patients. Group I (P) will receive propofol 1% 1mg/kgbb iv and group II (K) will receive Saline 0,9% 1mL/kgbb at the end of surgery. The degree of agitation will be recorded until 60 minutes in the recovery room. Blood pressure, heart rate and saturation will also be measured.

Kata Kunci : Sevoflurane, Propofol, Agitasi saat pemulihan, emergence agitation, sevoflurane and propofol


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.