Kesesuaian metode system of rice intensification (SRI) pada tanah geluh pasiran dalam penggunaan air oleh tanaman
CONCEICAO, Bonifacio Da, Prof. Ir. Sigit S. Arief, MEng, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Teknik PertanianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian metode SRI ( System of Rice Intensification ) pada tanah geluh pasiran dengan tiga perlakuan SRI dan konvensional sebagai kontrol, dengan melihat berbedaan tingkat produksi pada masing-masing perlakuan. SRI merupakan suatu metode baru yang pada prinsipnya adalah (i) merekayasa media tumbuh yaitu perbaikan struktur tanah dengan pemberian bahan organik, (ii) merekayasa metode pemberian air dengan cara intermittent dan pengenangan 2 cm sehingga memperbaiki aerasi tanah dan (iii) merekayasa metode tanam dengan satu bibit per lubang dan jarak tanam yang lebar. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tinggi tanaman, jumlah anakan dan tingkat produksi tanaman padi pada masing-masing perlakuan. Rata- rata tinggi tanaman dan jumlah anakan SRI Lokal berbeda secara signifikan dari berbagai umur dan untuk 100 hari setelah tanam (HST) dengan rata-rata tinggi tanaman 89.1167 cm dan rata-rata jumlah anakan 21.9467 anakan. Pada tingkat produksi, SRI Lokal berbeda secara signifikan yaitu 6.136 ton/ha dengan jumlah volume air terendah 1.934 lt/dtk/ha dibandingkan dengan produksi padi SRI Petani yaitu 0.521 ton/ha dengan penggunaan volume air irigasi 2.163 lt/dtk/ha. Pada metode konvensional tingkat produksi padi 3.137 ton/ha dengan volume air irigasi tertinggi yaitu 2.510 lt/dtk /ha.
This research aims at understanding the compatibility method of system of rice intensification (SRI) on the sandyloam soil using three treatments of SRI and compared to conventional method as control. System of Rice Intensification is a new method and its principle are (i) to change the growing medium to improve soil structure by adding organic matter, (ii) to change irrigation method by intermittent and standing water with 2 cm to improve soil aeration and (iii) to change planting method by one plant per hole with large spacing. The results of this research show that, there are difference height of crop, amount of tillering and level of rice production at difference treatments. Average height of crop and amount of tillering SRI Lokal difference significanly from various ages and for 100 DAT (Day After Transplanting) with average height of crop 89.1167 cm, and average amount of tillering is 21.9467 tiller. For rice production SRI local is 6.136 ton/ha using lowest amount of irrigation water 1.934 l/sec/ha compared to SRI Petani with lowest rice production 0.521 ton/ha and amount of irrigation water 2.163 l/sec/ha. Rice production of conventional method is 3.137 ton/ha with high irrigation water 2.510 l/sec/ha.
Kata Kunci : Metode SRI dan konvensional,Tanah,Air,Tanaman padi,SRI and conventional method,soil,water and rice plant