Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Sidodadi Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

RAHMAYANTI, Ratih Aulia, Dr. Hartono, DEA., DESS

2009 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Hutan mangrove penting keberadaannya karena memberikan fungsi ekologis dan ekonomi bagi kehidupan masyarakat pesisir. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove merupakan upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya kerusakan ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji zonasi kerusakan ekosistem mangrove, 2) mengkaji distribusi tingkat pengetahuan dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove, 3) mengkaji hubungan antara kondisi sosial ekonomi terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. 4) merumuskan strategi pengelolaan lingkungan ekosistem mangrove berbasis masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi atas dua macam yaitu (1) interpretasi citra secara manual dan survei lapangan (field survey) dan (2) metode survai melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan test statistik chi-quare, sedangkan koefisien kontigensi digunakan untuk mengetahui signifikansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Desa Sidodadi dalam pengelolaan ekosistem mangrove tergolong sedang. Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan lahan (95,10%), pemanfaatan tumbuhan dan satwa (84,20%), pembibitan mangrove (79,30%), penanaman mangrove (45,20%), keikutsertaan melestarikan satwa (75,60%), penyampaian laporan dan tindakan (46,30%), dan keikutsertaan dalam organisasi pecinta lingkungan (80,50%). Kondisi ekosistem mangrove di Desa Sidodadi terancam rusak (21,48 ha atau 78,46%), ancaman berupa konversi lahan menjadi tambak & penebangan liar (12,27 ha atau 44,81%), penebangan liar & pengambilan cacing (6,22 ha atau 22,72%), dan pengembangan wisata (2,99 ha atau 10,93%). Sebagian besar penduduk mempunyai tingkat pengetahuan sedang baik tentang manfaat (86,60%) dan kerusakan ekosistem mangrove (40,20%). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove dipengaruhi oleh pengetahuan tentang manfaat, pengetahuan tentang kerusakan mangrove, pendidikan dan pendapatan, sedangkan jenis kelamin dan jenis pekerjaan tidak mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat Desa Sidodadi dalam pengelolaan ekosistem mangrove.

Mangrove forest’s existence is important because it gives ecology and economy function for coastal community viability. Community participation on mangrove ecosystem management is the way to overcome mangrove ecosystem’s damage. This research aims to: 1) study mangrove ecosystem damage’s zones, 2) study knowledge level distribution and community participation level on mangrove ecosystem management, 3) study economic social condition related to community participation level on mangrove ecosystem management, 4) formulate environment management strategy for mangrove ecosystem based on community. Method, used in this research is divided into two kinds: 1) image interpretation manually and field survey and 2) survey method through interview using questioner. Frequency table and cross table are used to analyze data, then it is analyzed descriptively. Chi-square statistic test is used to know inter-variables correlation, while contingency coefficient is used to know the significance. Result of the research showed that community participation level in Sidodadi district on mangrove ecosystem management was in medium level. Community participation in land utilization (95.10%), plant and animal utilization (84.20%), mangrove seedling (79.30%), mangrove plantation (45.20%), animal preservation (75.60%), delivery report and action (46.30%), and participation in environment-care organization (80.50%). Mangrove ecosystem condition in Sidodadi district was in danger (21.48 ha or 78.46%), threats included land conversion into fishpond and illegal cutting (12.27 ha or 44.81%), illegal cutting and worm catching (6.22 ha or 22.72%), and tourism development (2.99 ha or 10.93%). Almost of the community had medium knowledge level about the usage (86.60%) and the damage of mangrove ecosystem (40.20%). Community participation on mangrove ecosystem management was influenced by knowledge about benefit, knowledge about mangrove’s damage, education and income, whereas gender and occupation type did not influence on community participation level in mangrove ecosystem management.

Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Ekosistem mangrove, Participation, Community, Mangrove ecosystem


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.