Laporkan Masalah

The complexity of American women identity in the nineteenth century as seen in Theodore Dreisers Sister Carrie

SABUDU, Delli, Dr. Juliasih, S.U

2009 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Abad ke-19 adalah era transformasi bagi peran dan posisi perempuan di Amerika baik dalam peran domestic maupun peran sosial. Peran tradisional wanita Amerika yaitu mengurus rumah tangga seperti merawat anak dan melayani suami sehingga wanita dianggap sebagai ciptaan yang lemah dan penuh ketergantungan terhadap pria. Identitas feminine yang melekat kepadanya bahkan sering dianggap sebagai aalasan untuk menempatkannya sebagai objek sex bagi kaum pria. Dalam beberapa kasus wanita bahkan sering diperlakukan hanya sebagai boneka atau bahkan sebagai mainan. Wanita seringkali dikenal melalui keberadaan orang-orang disekitarnya, misalnya suami untuk wanita yang sudah menikah atau ayah untuk wanita yang belum menikah, sepertinya dia tidak memiliki identitas sendiri. Pada abad ke-19 Amerika mengalami perubahan besar akibat dari perang sipil yang dimenangkan oleh utara. Hal ini menyebabkan perubahan dari Negara agriculture menjadi Negara industrialis yang otomatis memicu banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat saat itu. Wanita juga mengalami dampak dari perubahan tersebut. Kebutuhan akan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak mendorong wanita untuk keluar dari peran domestiknya dan menjadi pekerja. Arus gerakan kaum wanita untuk menuntut persamaan hakpun ikut mengalami peningkatan. Era progresif yang ditandai dengan bergesernya nilai-nilai hidup masyarakat, mulai dari cara bergaul dan gaya hidup berubah menjadi sebuah budaya baru yaitu konsumtif. Theodore Dreiser dengan novelnya Sister Carrie mengangkat fenomena tersebut, dimana masyarakat yang menjadi sangat konsumtif mengakibatkan wanita mengalami perubahan peran dan pandangan hidup, hal ini juga menjadikan identitas wanita menjadi lebih kompleks. Carrie sebagai tokoh wanita yang mampu menggunakan potensi yang dia miliki untuk bisa bertahan dengan keadaan hidup di kota besar. Walaupun cara-cara yang dia tempuh bukanlah cara yang biasa tetapi Carrie membuktikan bahwa jika wanita menyadari potensi dirinya dia akan mampu menjaadi wanita mandiri dan bahkan lebih dari itu dia akan memdapatkan pengakuan dan rasa hormat dari masyarakat. Hal itu juga membuktikan bahwa wanita yang selama ini dianggap sangat bergantung pada laki-laki ternyata bisa juga menggali potensi dirinya dan berkarya sebagaimana laki-laki. Wanita adalah benih dari kesadaran akan hidup dan nilai-nilai kehidupan, dia bukanlah obyek bagi laki-laki. Dengan berbagai peran yang diemban wanita dia mengalami ke kompleksan identitas yang akhirnya menghantar dia menjadi lebih mawas diri dan sadar akan kualitas kemanusiaannya. Maka dari itu American Studies menawarkan bahwa perlu adanya konsep baru tentang pandangan masyarakat terhadap kaum wanita yang tentunya tidak meminggirkan kualitas kemanusiaannya.

Nineteenth century is transformation era of woman role and position in America even in the private and public sphere. Which the traditional role of American woman is homemaker that responsible maintains the household such as take care the children, serve her husband. Woman judges as a dependence and submission creature. Her feminine identity puts her as an object of man sexual desire. In some cases she treats as a toy or plaything. She has not have thought just affection. She is identified through her husband or her parents existence, she is not had personal identity. Through her affection usually she sacrifices her self for others. But in the nineteenth century the condition of industrialization gave an impact toward woman role and position in social life. Her place is not only at home but she can go out side freely to associate with other or to work in the store or factory. It gave an impact also to woman identity as a part of society. Sister Carrie is a novel of social rebel that resists unequal treatment that got by woman in America society in about nineteenth century. Carrie reflects the complexity of American woman identity that faced at that eras, she can survive in the brutal society at that time by transforming her traditional roles to be come her modern woman identity. She proved the potency of American woman, she was not weak further more she can hold her personal identity without put any other people existence such as husband, sister, daughter of someone. She is independent woman with the independent identity even in reaching her independence she sacrificed many of her belongings. When woman fully understand her potency, she will get satisfaction in life whether in her social and private interaction because it will raise the respect from people around her. So it needs to re-conceptualize of American woman identity, she is a seat of consciousness. Similar with Donovan theory of woman existence in the novel and in the real life that woman is a subject, she is not the object she is a full human being like man. Dreiser wrote this novel as a social rebel toward patriarchal conception that puts woman unequal position and opportunity of self reliance. He also reveals woman potency that can gave her mental appreciation of her state. Further more, the complexity of American woman identity drives her into deeper understanding about her quality of life and her potency as human being, this is a new concept that offers by Kerber in her approach. American studies and American culture need to re-conceptualize of American woman identity.

Kata Kunci : Identitas wanita,Kompleksitas,Peran,Potensi, Woman identity, complexity, roles, potency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.