Kerjasama polisi dan masyarakat dalam menyelesaikan konflik :: Studi kasus penyelesaian konflik pengungsi dan konflik kelompok bela diri di Timor Leste
LETO, Bernardo Idalina, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2009 | Tesis | S2 Magister Perdamaian dan Resolusi KonflikPenelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara utuh dan menyeluruh tentang kerjasama Polisi dan Masyarakat dalam menyelesaikan konflik pengungsi dan konflik Arte Marsiais (Konflik kelompok belah diri) yang terjadi di Timor Leste dengan menerapkan manajemen konflik BAHA. Penelitian ini dilakukan dengan melihat pada seberapa afektifnya manajemen konflik BAHA yang digunakan dalam menangani dua konflik yang terjadi di masyarakat Timor Leste. Latar belakang memilih topik dalam penelitian ini adalah dengan melihat pada suatu situasi dimana waktu itu PNTL masih dalam proses pembenahan dirinya paska kehancuran institusi PNTL saat multi krisis melanda Timor Leste awal tahun 2006, tetapi PNTL (UPC) bekerjasama dengan masyarakat telah berhasil menyelesaikan konflik pengungsi dan konflik Arte Marsiais (konflik antara kelompok belah diri) dengan menerapkan manajemen konflik BAHA yang selanjutnya disebut SARA. Maka hal ini menurut peneliti sangat menarik dan penting untuk dikaji demi pengembangan tugas kepolisian kedepannya. PNTL adalah salah satu institusi negara yang hampir tiap saat dihadapkan dengan konflik yang terjadi di masyarakat, maka dari itu pengetahuan dan pengenalan akan manajemen konflik adalah kewajiban bagi setiap anggota PNTL. Penelitian ini mengunakan data primer maupn data sekunder yang diperoleh di lapangan. Wawancara dengan para petinggi di PNTL, komandan UPC dan para stafnya, juga wawancara di lapangan dengan beberapa tokoh masyrakat yang tergabung dalam forum kemitraan masyarakat, juga beberapa lapisan masyarakat lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa hal yaitu: (1) Dua konflik berskala nasional yang terjadi di Timor Leste beberapa tahun lalu yakni konflik pengungsi dan konflik kelompok bela diri dapat diselesaikan atas kerjasama polisi dan masyarakat dengan menerapkan manajemen konflik BAHA. (2) manajemen konflik BAHA yang di adopsi oleh PNTL perlu di eksplorasi lebih dalam dan lebih rinci demi penyempurnaan;
The research is supposed to elaborate comprehensively about cooperations between polices and community in resolving conflict IDPs and conflict Arte Marsiais (self-defense group conflict) that had been in Timor Leste in which executing conflict management BAHA. This research conducted by viewed how effective BAHA conflict management in resolving two conflicts that occurred in Timor Leste communities. Background topic selections by observed an circumstance in that time where PNTL is still under straightening up process themselves post devastations PNTL institutions when Timor Leste to be involved in multicrises at beginning 2006, but PNTL (UPC) made cooperation with communities had been succeed resolving IDPs conflict and Arte Marsiais conflict (self-defense group conflicts) by applying BAHA conflict management that so forth called SARA. The thing that make it is very interest and important to examine for promoting polices forces duties hereinafter. PNTL is one of the state institutions that often must dealt with communities conflict, hence, knowledges and identifying for conflict management is a nessecity for each PNTL members. This research using both primary and secondary data gained from research field. Interviewed with PNTL functionaries, UPC commander and his staffs, also interviewed with several public figures in communities that integrated in communities partnership forum, and several other groups of people. Research result showed some another certain things, that is: (1) two conflicts national scopes taken places in Timor Leste several years earliers namely IDPs conflict and Arte Marsiais conflict can be resolving according to cooperations polices and community by applying BAHA conflict management; (2) BAHA conflict management adopted by PNTL need to explorated more deeply and detail for perfecting.
Kata Kunci : Policia Nasional Timor Leste (PNTL),Unidade Proteccao Comunitaria (UPC) dan BAHA, Policia Nasional Timor Leste (PNTL), Unidade Proteccao Communitaria (UPC) dan BAHA