Laporkan Masalah

Pendekatan pemolisian masyarakat (Polmas) sebagai alternatif dalam mengelola dan menyelesaikan konflik :: Studi kasus pengelolaan konflik oleh Polres Donggala terhadap sengketa tanah antara perusahaan perkebunan PT. Lestari Tani Teladan dengan masyarakat Desa Minti Makmur di Kabupaten Donggala

UJARIYADI, Andik, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2009 | Tesis | S2 Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik

Tesis ini memaparkan proses konflik/sengketa tanah antara perusahaan perkebunan PT. Lestari Tani Teladan ( PT.LTT ) dengan masyarakat Desa Minti Makmur di Kabupaten Donggala dan menganalisa konflik berdasarkan tahapan konflik untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan akar masalah. Bagaimana dan seberapa efektif intervensi konflik yang dilakukan oleh Polres Donggala dalam menyelesaikan dan mengelola konflik pertanahan yang telah dilakukan oleh Polres Donggala dengan menggunakan pendekatan Pemolisian Masyarakat (Polmas). Latar belakang penelitian ini adalah karena tanah sering menjadi sumber konflik. Hal ini disebabkan oleh karena luas tanah tetap sementara jumlah penduduk yang memerlukan tanah selalu bertambah. Konflik yang terjadi selalu berkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan setiap orang terhadap tanah. Jika salah dalam menanganinya maka konflik pertanahan tersebut berkembang menjadi sengketa yang terakumulasi dalam bentuk kekerasan dan berlangsung secara terus-menerus. Konflik/sengketa tanah tidak akan pernah berakhir tanpa adanya pihak ketiga yang bertindak sebagai penengah. Pihak-pihak yang dapat berperan sebagai penengah tersebut adalah Pemerintah Daerah, Kepolisian serta Lembaga Hukum lainnya, Lembaga Adat serta Lembaga Sosial Masyarakat. Peranan dan intervensi polisi diperlukan dalam mencegah dan mengelola konflik sesuai dengan tugas dan wewenangnya sehingga terwujud situasi yang aman dan damai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan dan wawancara serta kajian dokumen. Tipe pendekatan penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang bersifat menjabarkan, menerangkan dan mendeskripsikan secara terperinci permasalahan yang dikaji.

This thesis explains land conflict process between plantation enterprise ; PT. Lestari Tani Teladan and Minti Makmur inhabitant in Donggala regency and analyzes the conflict based on conflict phase in order to understand the trigger factors and the problematic roots. How is the intervention that is conducted by Donggala Police in overcoming and managing land conflict by means Community policing (Polmas) as an alternative. The background of this research is the fact that land always becomes a crucial conflict. The more the people growth the more they need land. The conflict always correlated with the fact that there is different vested interest among people. If there is mistake in managing such conflict it will continually keep going. The conflict will never end without the intervention from outsider. The outsider is local Government, Police force, and non-government organization. The role and the intervention of the police are very urgent in preventing and managing the conflict according to its duty and authority. There for, peace comes true. This research uses qualitative approach. The data collected by means of observation, interview, and documents analyses. The type of this research is case study. The case is explained and studied by explaining the case descriptively.

Kata Kunci : Konflik tanah,Analisis konflik,Peranan Polisi,land conflict,conflict analyses,police role


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.