Laporkan Masalah

Kehormatan perempuan dalam Novel Asywak (Duri-duri) karya Sayyid Quthb :: Analisis strukturalisme Levi-Strauss

MUFLIHAH, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A., M.Phil

2009 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Asywāk (duri-duri), ADD merupakan salah satu dari karya sastra yang berbentuk novel. Novel ini diciptakan oleh Sayid Quthb, seorang sastrawan. Di samping itu, ia juga seorang aktivis gerakan ikhwanul muslimun. Karya sastra novel, pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan dari sebuah struktur yang telah disusun harmonis secara sadar atau tidak sadar oleh pengarang. Struktur di sini meliputi struktur lahir atau struktur luar (surface structure) dan struktur batin, struktur dalam (deep structure). Struktur luar merupakan struktur yang tampak, seperti struktur ‘segitiga’ misalnya. Sementara struktur dalam adalah makna yang terkandung di balik sturktur luar. Kajian yang dilakukan oleh penulis dalam penelitiannya adalah analisis strukturalisme Levi-Strauss. Semua analisis ini bersandar kepada analisa Ahimsa-Putra. Pembedahannya terhadap beberapa karya sastra; Pitoto’ dan Si Muhamma’, Priyayi dalam Para Priyayi, menjadi penghantar penulis untuk mengkaji novel Asywāk dengan pendekatan strukturalisme Levi-Strauss. Analisa dimulai dari pembentukan episode-episode ‘sejarah kehidupan’ tokoh Samīroh (SMR), Dhiyā (DY) dan Sāmī (SM) dalam novel Asywāk. Beberapa episode tersebut disandarkan kepada deskripsi miteme-miteme atau ceriteme-ceriteme yang ditemukan oleh penulis. Untuk mengungkapkan munculnya dinamika ketokohan dari tiga tokoh dalam novel Asywāk, maka tafsir terhadap episode-episode tersebut menjadi pendekatan lanjutan. Kemudian, penulis melanjutkan dengan mencari relasi-relasi antar tokoh untuk menemukan struktur yang terdapat di dalam novel Asywāk sebagai pengukuhan dari adanya beberapa tafsir sebelumnya. Relasi-relasi yang dibuat penulis juga berlandaskan kepada miteme-miteme atau ceriteme-ceriteme. Dari analisa penulis terhadap ‘Novel Asywāk karya Sayyid Quthb (Analisis Strukturalisme Levi-Strauss)’ menemukan adanya struktur ‘sejarah kehidupan’ tokoh SMR, SM, dan DY dan struktur ‘segitiga’. Kedua struktur ini menampakkan beberapa lingkaran budaya dalam tradisi masyarakat Arab. Pertama, menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan dan martabat keluarga. Tertolaknya SMR oleh SM beserta keluarga dan DY beserta keluarga yang disebabkan oleh terenggutnya kesucian SMR merupakan bukti bahwa masyarakat Arab masih menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan pada seorang perempuan. Pelecehan seksual yang terjadi pada diri SMR juga akhirnya mengungkap adanya budaya masyarakat Arab yang kedua, yaitu budaya patriarki. Pelecehan seksual merupakan salah satu dampak dari budaya tersebut. Budaya yang mendudukkan laki-laki superior di atas kaum perempuan. Sementara itu, budaya ketiga dan keempat yang ditemukan penulis adalah budaya bersyair dan budaya berperang. Bersyair merupakan bagian budaya yang mengisi bagian hidup masyarakat Arab. Di atas semua syair yang disampaikan oleh seorang Arab, luapan perasaannya diwakilkan. Adapun budaya berperang yang melingkari budaya masyakat Arab berjalan seiring dengan aspek pertahanan mereka pada suku dan etnis masing-masing kelompok. Munculnya seorang pejuang pada suatu suku dan etnis dapat meninggikan derajat sosial yang dimiliki.

Asywāk (Duri-duri), ADD is one of literary works and it is novel. That novel was created by Sayyid Qutb. He is an artist. Beside of it, he is an activist of al-Ikhwānul-Muslimūn movement too. A literary works (novel) is a structure units that arranged in a harmony arrangement with knowing its by author or neither. The structure was include by surface structure and deep structure. Surface structure is an explicit form, like structure of ‘triangular’. At the same time, deep structure is a meaning that include inside of a surface structure. The study that was done by writer in her research is study of Levi-Strauss structuralism. This research based on Ahimsa-Putra analysis. His study about many kinds of literary work, for example: Pitoto’ Si Muhamma’ and Priyayi dalam Priyayi, was became reconciliation for writer to study Asywāk by Levi-Strauss structuralism. The analysis was begun from formation of some episode ‘story life’ of cheaters: Samiroh (SMR), Dhiyā’(DY), and Sāmi (SM) in it. Those episode bases on description of mythemes. To express the appearance of three cheaters in literary works novel Asywāk, the hermeneutic of episode used as sequel methods. Furthermore, writer seeking the relations between a cheater to find the structure in novel Asywāk. Those ways will make sure the last many hermeneutics. The relations created by writer bases on mythemes too. According to the analysis of ‘Novel Asywāk Karya Sayyid Qutb (Analisis Strukturalisme Levi-Strauss)’ the researcher find some structure ‘story life’ of SMR, SM, DY, and the structure of ‘triangular’. The two structures visibly surroundings the culture of Arab communities. Firstly, growing the high respect on values of honorary and honor of family. On the rejection of SMR by SM and DY and them family too that was caused by losing of her virginity, shows the Arab community was respect on the honorary of women. The insulting sexes of SMR reveal the second tradition of Arab community, that’s patriarchy. The insulting sexes as a consequence of this tradition. This tradition puts the men as superior than women. Beside of it, the third and fourth tradition from Arab community is make a poem and wage of war. Making a poem as part of tradition and fill up the live of Arab community. On all poems that was written, the Arab community deliver all them opinions. The wage of war it include in the community of Arab run a way along with them defense on tribe and each ethnic. The appearing of a fighter at a tribe and ethnic was appoint high degrees of society.

Kata Kunci : Novel Asywak,Karya sastra,Strukturalisme Levi,Strauss,Tokoh,Struktur,Miteme,Novel Asywāk, literary work, Levi-Strauss Structuralism, Cheaters, structure, mytheme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.