Laporkan Masalah

Jamaah Kraton :: The Muslim new agers from Pekalongan

AIDA, Noor, Zainal Abidin Bagir

2009 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Di Indonesia, terutama sejak awal 1990-an, kita menyaksikan selalu dipenuhinya tempat kajian tasawuf dan maraknya buku -buku tentang ini. Bahkan fenomena bangkitnya spiritualitas ini sudah pula memasuki kalangan profesional dan bisnis, berkat kehadiran KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dengan Manajemen Qolbu-nya, atau M. Arifin Ilham dengan gerakan zikirnya, atau Ary Ginandjar dengan pelatihan ESQ-nya. Teknik reiki dan meditasi modern seperti Anand Asram dan Brahma Kumaris juga digemari di kalangan kaum muda dan paruh baya, tidak terkecuali dengan Reiki Shamballa yang tergolong baru di Indonesia, juga berkembang pesat di sebuah kota kecil, Pekalongan. Teknik ini dikombinasikan dengan sufisme Islam oleh Jamaah Kraton, sebuah grup diskusi Islam di Pekalongan. Subyek penelitian adalah sejumlah anggota dan peng gerak dari Jamaah Kraton yang sudah melangsungkan grup diskusi dan latihan meditasinya selama bertahun-tahun. Kebanyakan dari anggotanya adalah arab keturunan yang sudah lama hidup di Indonesia sejak nenek moyang mereka datang ke Nusantara. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan obs ervasi mendalam selama beberapa bulan di Pekalongan. Penelitian ini berguna untuk memberikan batasan tentang identitas seorang Muslim yang melakukan spi ritualitas New Age. Pada dasarnya penelitian ini untuk melihat kegiatan religius dan juga memaparkan pandangan keberagamaan anggota Jamaah Kraton sebagai seorang Arab, Muslim, dan praktisi New Age. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang Arab da n Muslim New Age pada awalnya merupakan seorang Muslim dan Arab seperti kebanyakan, hanya saja ketika dibenturkan dengan keragaman yang ada, mereka mengambil sikap negosiasi, kemudian melakukan passing over dan membentuk identitas hibrid mereka dengan merasa bahwa Islam yang mereka yakini itulah Islam yang dikehendaki oleh Nabi mereka Muhammad. Penelitian ini juga menemukan bahwa agama dan tradisi mereka membentuk identitas mereka sebagai seorang yang universal inklusif.

Modern reiki and meditation techniques impact the Indonesian people. It is also believed that these techniques were originated from other tradition outside Islam. Shamballa Multi Dimension Healing (Shamballa MDH) is one of many Reiki Movements which can be categorized as part of New Age Movement. These techniques were used by Jamaah Kraton – an Islamic group discussion in Pekalongan, to complete their spiritual life. The objective of this research was to know Muslim New Age identity, how the New Age pract itioners identify themselves as Muslim and apply religiosity, attitude and expression in their personal and social life. This research discusses a bout the religious experiences perceived by those practitioners of Shamballa Multi Dimention Healing. It was a qualitative research using analytical desc riptive method, in which the researcher tried to describe the Muslim New Age rs identity by explaining their ritual and their perception about their religion and tradition. The location of this research was in Pekalongan, because it is a good example to describe how New Age impact to religion and tradition by describing how some Arabian Moslem Pekalongan conducted some New Age activities. The research finding shows that Jamaah Kraton from Pekalongan I comfortable with New Age because of two main reasons, they are: the fascinating teaching and the charismatic leader. Moreover, they able to negotiate their religious identity problem by passing over and mixed all religion’s teaching which has no contrary with their main religion and tradition, Islam and Arab tradition. If they find any contradiction (in common definition of other Muslim), they will not feel that they conduct heresy, and the comfort ability they had picturing of a ‘merger and crossover', ‘a creation of a mixed cultures and’ and ‘syncretism’. Eventually, the researcher got many descriptions about Muslim New Agers and also an understanding their universal attitude related with religious tolerance among many faiths and religions. It could be happens because of many reasons. They do have problems in identity, but they able to manage the problems.

Kata Kunci : New age,Reiki,Meditasi,Sufisme,Hybridity,Identitas dan passing over


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.