Laporkan Masalah

Strategi pengembangan sektor perikanan :: Studi kasus pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang

ATMARULINA, Rivia, Prof. Dr. Warsito Utomo

2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Tesis dengan Judul Strategi Pengembangan Sektor Perikanan (Studi Kasus pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang) ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi internal maupun eksternal yang mempengaruhi Dinas Peternakan dan Perikanan dalam mengembangkan sektor perikanan, merumuskan isu-isu strategis dan memberikan rekomendasi kepada Dinas Peternakan dan Perikanan dalam menyusun strategi pengembangan sektor perikanan. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi langsung ke lapangan bersifat kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah data sekunder dan observasi di lapangan. Beberapa konsep yang dipergunakan sebagai dasar dalam membuat strategi pengembangan sektor perikanan adalah konsep pembangunan yang berkelanjutan, konsep pengelolaan perikanan serta konsep manajemen strategis yang meliputi analisis lingkungan strategis (lingkungan eksternal dan internal), identifikasi isu-isu strategis (melalui analisis SWOT dan Tes Litmus), serta perumusan strategi pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 5 (lima) strategi yang dijabarkan dengan rencana-rencana kebijakan. Kelima strategi dan rencana kebijakannya yaitu : (1) Upaya menggali keunggulan komparatif (Comparative advantage) menuju keunggulan kompetitif (Competitive advantage) sektor perikanan dengan meningkatkan produk perikanan menjadi produk yang berdaya saing melalui produk perikanan yang bersertifikasi, peraturan daerah untuk penyusunan dan penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk semua aktifitas sektor perikanan dan mensyaratkan pada semua jenis pengadaan barang pemerintah yang berupa komoditas perikanan harus bersertifikasi; (2). Mengoptimalkan pemanfaatkan anggaran untuk mengembangkan seluruh potensi sektor perikanan melalui perencanaan penganggaran kegiatan yang matang dan memberikan masukan yang kuat tentang urgensi penganggaran program/kegiatan sektor perikanan kepada panitia anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD); (3). Meningkatkan kualitas dan kuantitas aparatur Dinas Peternakan dan Perikanan melalui penambahan atau recruitmen pegawai dengan latar belakang pendidikan perikanan, membangun jaringan hubungan sosial (social net-working), diklat dan peningkatan pengawasan melekat (waskat); (4). Mengoptimalkan pengelolaan aset dinas melalui identifikasi penyebab ketidakoptimalan pengelolan aset tersebut dan membuat/merevisi Peraturan daerah (Perda) sebagai payung hukum pengelolaan aset dinas; (5). Memanfaatkan kemapanan SOTK Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang melalui revitalisasi SOTK dengan prinsip The Right Man in The Right Job/Place, pengisian jabatan yang masih kosong dan mempertegas status kedudukan Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang.

Objectives of this thesis titled “Strategy of Fishing Sector Development (A Case Study of the animal husbandry and Fishing Department in Magelang District) were to identify and analyze internal and external factors affecting the Animal Husbandry and Fishing Department in developing fishing sector, formulate strategic issues and recommend the Animal Husbandry and Fishing Department to arrange strategy of fishing sector development. This research was conducted with direct observation methods to the field are qualitative by primary and secondary data sources. The unit of analysis in this study include the Animal Husbandry and Fishing Department of Magelang District. The data used to support this research is secondary data and field observations. Some concepts were used as base to make strategy of fishing sector development and strategic management concepts consisting of analysis of strategic environment (internal and external environment), identification of strategic issues (through SWOT and Litmus Test analyses), and formulation of fishing sector development strategy in Magelang District. Results of research indicated that there were 5 (five) strategies described by policy plans. These plans were: (1) efforts to examine comparative advantages of fishing sector by increasing fishing products to be competitive products through certified fishing products, local regulation to arrange and apply SOP (Standard Operational Procedure) for all activities of fishing sector and societies to all types of governmental product acquisition being fishing commodities had to be certified; (2) optimize use of budget to develop all matured potentials of fishing sector through products of activity budgeting and give strong entries about urgency of program budgeting/fishing sector activities to budget committee of Local Representatives (DPRD); (3) increase quality and quantity of Animal Husbandry and Fishing Department apparatus through addition or recruitment of employees with fishing education background, develop social net-working relationship, education and training and increase inherent supervision (waskat); (4) optimize management of departmental assets through identification of nonoptimality cause of the asset management and make/revise local regulation (Perda) as lawful protection for departmental asset management; (5) use opportunities of SOTK of Animal Husbandry and Fishing Department in Magelang District through revitalization of SOTK with The Right Man in The Right Job/Place principles, filling empty position and assertion of status of personnel position of Animal Husbandry and Fishing Department in Magelang District.

Kata Kunci : Potensi perikanan,Isu strategi,Analisis SWOT,Strategi perikanan, fishing potentials, strategic issues, SWOT Analysis, fishing strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.