Implementasi program pemberdayaan masyarakat Kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah tahun 2007
KHAN, Sahib, Dr. M. Baiquni, MA
2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikProgram Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) merupakan salah satu bagian dari program pembangunan daerah yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat sehingga kesuksesan program ini, tidak hanya tergantung pada political will Pemerintah Kota Bogor saja tetapi juga ditentukan adanya partisipasi masyarakat guna mendukung pelaksanaan program pembangunan, khususnya di tingkat kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi PPMK di Kecamatan Bogor Tengah tahun 2007 dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PPMK tersebut guna mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Narasumber yang telah diwawancarai terdiri dari unsur aparatur Pemerintah Kota Bogor dan unsur masyarakat, yaitu pengurus LPM dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) PPMK. Narasumber tersebut merupakan informan inti (key person), diambil dengan menggunakan sampel bola salju (sampling snow ball). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PPMK di Kecamatan Bogor Tengah tahun 2007 cukup berhasil, hal ini didasarkan pada tolak ukur efektivitas implementasi PPMK yang dapat dilihat dari 6 penilaian indikator implementasi PPMK, 5 indikator penilaiannya sudah tercapai, yaitu indikator aksesibilitas, cakupan, frekuensi, service delivery, dan akuntabilitas, sedangkan penilaian indikator yang kurang tercapai hanya 1, yaitu indikator bias. Keberhasilan PPMK ini juga mampu memberdayakan masyarakat dalam program pembangunan dengan adanya dana swadaya masyarakat yang melebihi 50 % dari jumlah bantuan dana PPMK. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PPMK yaitu (1) komunikasi, (2) ketersediaan sumber daya, (3) disposisi (sikap), dan (4) struktur organisasi, selain itu juga terdapat faktor hasil temuan lapangan yaitu kekuatan gotong royong dan konflik sosial. Faktor-faktor tersebut saling terkait dan mendukung dalam menentukan keberhasilan implementasi PPMK sehingga dapat berjalan dengan lancar sesuai tujuan PPMK tersebut. Rekomendasi hasil penelitian ini, PPMK dapat terus dilanjutkan dan Pemerintah Kota Bogor seyogyanya melakukan evaluasi PPMK secara universal sejak program ini digulirkan tahun 2003 guna memodifikasi dan menyempurnakan kekurangan atau kelemahan dalam mengimplementasikan PPMK di masa mendatang
Sub District Society Empowerment Program (PPMK) is a part of society empowerment based area development program, therefore the achievement of this program does not only depend on political will of Bogor Government, but it is also determined by the society’s participation in order to support its development program’s implementation, especially at sub district level. This research is aimed at knowing the implementation of PPMK at Central Bogor District in 2007, and it is also aimed at identifying factors which influence the implementation performance of PPMK in accelerating the effort to increase the social welfare. Research Methodology which is used is descriptive qualitative method. The informants who are interviewed are Bogor Government’s apparatus and society’s element; they are staff of LPM and society’s group (Pokmas) PPMK. Those informants are key persons, it is done by using snow ball sampling. The techniques of data collection are observation, in depth interview, and documentation. It used qualitative data analysis. The result of the research shows that the implementation of PPMK in Central Bogor District is quite success, it is based on affectivities implementation of PPMK that can be seen from 6 the implementation performance indicators of PPMK, 5 of those indicators have been achieved, they are accessibility indicator, coverage indicator, frequency indicator, service delivery indicator, and accountability indicator, however indicator performance which is not achieved is only one, that is bias indicator. The achievement of this PPMK also able to empower the society in development program by using self financial funding from the society which is more than 50% from the PPMK’s grant. Factors that influence the implementation performance of PPMK are (1) communication, (2) provided resources, (3) disposition (attitude), and (4) structure of organization, besides that there is also factor of field research finding, it is the power of working together and social conflict. Those factors are related and supported each other in influencing the achievement of PPMK’s implementation, so it runs successfully based on the goal of PPMK. The recommendations of this research are PPMK can be continued and it is better for Bogor Government for doing PPMK’s evaluation universally since this program established in 2003 in order to make better the incompleteness or weaknesses of implementing PPMK in the future.
Kata Kunci : Pembangunan,Pemberdayaan,Implementasi,development, empowerment, implementation