Laporkan Masalah

Budaya Minangkabau, motivasi kerja dan kinerja pegawai :: Studi pada Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat

MURDIFIN, Dr. Ambar Widaningrum

2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Pasaman merupakan salah satu unit organisasi (lembaga teknis) Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman. BKD bertanggungjawab kepada kepala daerah dalam hal pengelolaan kepegawaian Pemda Kabupaten Pasaman. BKD memiliki peran dan tanggungjawab yang besar dalam hal menyediakan sumberdaya manusia yang tepat, yakni tepat kualitas maupun kuantitas di waktu yang dibutuhkan bagi organisasi. Namun demikian, saat ini kinerja pegawai BKD belum maksimal sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain budaya organisasi dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai, dan juga untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut jika digunakan variabel kontrol, yakni budaya kato nan ampek. Metode penelitian utama yaitu metode survai dengan cara penyebaran kuesioner, dan didukung dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, telaah dokumen dan metode observasi. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini yakni pegawai BKD Kabupaten Pasaman yang berjumlah tiga puluh empat orang. Selanjutnya, dalam proses pengolahan atau analisis data penelitian, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung dengan pendekatan kualitatif demi mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan valid. Berdasarkan analisis non-statistik dan didukung dari hasil wawancara dengan informan pada BKD Kabupaten Pasaman, ditemukan bahwa belum maksimalnya motivasi kerja pegawai dalam bekerja, kinerja pegawai yang belum memenuhi target yang ditetapkan, dan penerapan budaya kato nan ampek yang juga belum maksimal. Selanjutnya berdasarkan analisis statistik, dengan menggunakan analisis korelasi parsial dapat disimpulkan pertama, terdapat korelasi positif yang signifikan dan kuat antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai. Hal ini didasari oleh perolehan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,721 dan nilai signifikansi 0,000. Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai jika budaya kato nan ampek adalah sama untuk semua pegawai. Kesimpulan ini didasari dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar 0,461 dan nilai signifikansinya sebesar 0,007. Dalam usaha meningkatkan kinerja pegawai dimasa yang akan datang maka disarankan agar dibuat kebijakan yang mendukung penerapan budaya kato nan ampek secara konsisten. Di samping itu juga harus membuat kebijakan yang mampu membangkitkan motivasi kerja pegawai secara maksimal. Jika dua kebijakan umum tersebut mampu dilaksanakan maka untuk masa yang akan datang kinerja pegawai BKD Kabupaten Pasaman akan meningkat dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

BKD of Pasaman District is one organizational unit (Technical Institution) of Local Government of Pasaman District. BKD is responsible for the regent to manage employment of the Local Government, Pasaman District. BKD has big role and responsibility in the case of supporting availability to appropriate, high quality and quantity employees when they are needed. However, now employee performance BKD has not is maximum as expected. The employee performance is affected by many factors, such as, organizational culture and work motivation. This research aim to know relation between work motivation and employee performance, as well as know second relationship of the variable if it is applied control variable, namely kato nan ampek culture. Major research method was survey by distributing questionnaires, supported by data collection techniques, such as, interview, documentary study and observation. The respondents of research were 34 employees of BKD of Pasaman District. Furthermore, the writer used quantitative approach to process and analyze data, supported by qualitative approach to collect more complete and valid information. Based on non-statistic analysis and support of results of interview with informants of BKD of Pasaman District, it was found that condition of work motivation and employee performance had not met expectation yet, and application of kato nan ampek culture was also has not maximum. Furthermore, based on statistic analysis, namely parsial correlation analysis, it was concluded that, first, there is positive correlation and strong between work motivation with employee performance. This thing constituted by acquirement of its, the correlation coefficient value 0,721 and significancy value 0,000. second, there is significan relationship between work motivation with employee performance if kato nan ampek culture was same for employee. This conclusion constituted with acquirement of correlation coefficient value 0,461 and the significancy value 0,007. In making efforts to increase future work motivation, a policy, to support consistent application of kato nan ampek culture, was made. Beside that, a policy, to compare maximum work motivation of employees, was also made. If both general policies could be implemented, future performance of BKD employees of Pasaman District will increase and achieve specified objectives.

Kata Kunci : Motivasi kerja,Kinerja pegawai,Budaya Kato nan ampek, kato nan ampek culture, work motivation, employee performance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.