Evaluasi kebijakan penyelenggaraan kebersihan di Kota Banjarmasin
SYAFARI, Muhammad Riduansyah, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si
2009 | Tesis | S2 Administrasi NegaraTesis ini adalah tentang evaluasi kebijakan penyelenggaraan kebersihan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rendahnya kinerja Perda No. 4 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan di Kota Banjarmasin, sejak tahun 2000 s/d tahun 2006, merupakan alasan mendasar pentingnya melaksanakan evaluasi implementasi Perda tersebut. Penelitian evaluasi ini, bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2000 tentang penyelenggaraan kebersihan di Kota Banjarmasin, yang meliputi: pertama, untuk mengetahui output kebijakan antara harapan dan kenyataan. Kedua, untuk mengetahui outcome kebijakan antara harapan dan kenyataan. Ketiga, untuk mengetahui kondisi kebersihan sesudah dilaksanakannya kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluasi formal. Pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder, menggunakan teknik triangulasi dengan menggabungkan empat teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam (indepth interview), kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis/ evaluasi data, menggunakan teknik single program after-only. Hasil penelitian menunjukkan, rendahnya kinerja Perda No. 4 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan antara tahun 2000 s/d tahun 2006, karena implementasinya tidak optimal dan penyelenggaraan kebersihan lebih bersifat rutinitas saja. Realitas ini terlihat dari kurangnya sosialisasi, SDM, anggaran dan sarana prasarana serta kurangnya pelibatan elemen governance dalam penyelenggaraan kebersihan. Namun, setelah adanya optimalisasi Perda dan pelibatan semua elemen tersebut dalam penyelenggaraan kebersihan, melalui program peningkatan kinerja yang di mulai tahun 2006. Kinerja Perda mulai terlihat efektif dalam mewujudkankan Kota Banjarmasin yang bersih. Berdasarkan evaluasi atas 6 program turunannya, ada 4 program yang efektif, karena berhasil meraih output dan outcomenya, yaitu program kerjasama pengelolaan sampah dengan pihak ke-3, program tertib buang sampah, program tertib angkutan sampah dan program tertib pemusnahan sampah TPA. Dua program lainnya tidak efektif, karena belum berhasil meraih output dan outcomenya, yaitu program yustisi dan program pemungutan retribusi kebersihan.
This thesis is about the evaluation on sanitation management policy in Banjarmasin Municipality Southern Kalimantan. The low performance of the by law Number 4 (2000) on Sanitation Management in Banjarmasin Municipality, since 2000 to 2006, has been the basic reason for the importance of evaluation of the by law implementation. The present research on evaluation aims to identify the effectiveness of the implemented by law Number 4 (2000) on sanitation management in Banjarmasin Municipality, involving: first, to identify the expected and realized output of the policy; second, expected and realized outcome of the policy; thirdly, the condition of sanitation after the policy. Descriptive qualitative approach was used in this research through the use of formal evaluation. Both primary and secondary data were collected with triangular technique by combining four techniques of data collection; i.e. in-depth interview, questionnaires, observation and documentation and finally single program after-only was used to analyze/evaluate data. Results of the study indicated the low performance of the by law Number 4 (2000) on Sanitation Management, from 2000 to 2006 was due to poor implementation and sanitation management was merely conducted as routine. This finding was viewed from inadequate socialization programs, insufficient human resources and financial funding, facilities-infrastructure and less governance involvement of NGOs and Civil Society Organisations in sanitation management. However, after the optimization of the by law and more involvement of all elements in sanitation management through the improvement program performance started in 2006, the performance of by law begun to be effective in realizing the clean Banjarmasin Municipality. Based on the evaluation toward six derivation programs, four programs were found effective since they produced outputs and outcomes, like the cooperation program on waste management with the third parties, orderly waste disposal program, orderly waste disposal transportation program and orderly waste processing at the TPA (waste disposal terminal). The two programs left are ineffective because they have no successful outputs and outcomes, i.e. the yustisi (justice) program and retribution collection program for sanitation. Keywords: policy evaluation, effectiveness, and sanitation management
Kata Kunci : Evaluasi kebijakan,Efektivitas,Penyelenggaraan kebersihan, policy evaluation, effectiveness, and sanitation management