Laporkan Masalah

Hubungan Indonesia-India pada masa orde baru dan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

ISWIDIYATMO, Prof. Dr. Ichlasul Amal, MA

2009 | Tesis | S2 Hubungan Internasional

Penelitian ini disusun untuk membahas tentang peluang – peluang apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dari hubungan bilateral Indonesia – India serta pasang surutnya. Peluang-peluang yang ada semaksimal mungkin dimanfaatkan untuk kepentigan nasional Indonesia dihadapkan dengan terbatasnya kemampuan negara baik dari segi Iptek, pertahanan keamanan dan ekonomi akibat dari dampak krisis finansial global yang tentunya berimbas ke Indonesia. Pada dasarnya hubungan bilateral, esensinya adalah saling mempercayai antara kedua negara dan mengacu kepentingan nasionalnya (saling menguntungkan). Dinamika hubungan bilateral Indonesia - India dibatasi pada masa Orde Baru dan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena kedua masa pemerintahan tersebut cukup stabil. Potensi negara India dari jumlah penduduknya yang besar merupakan peluang yang besar bagi pasar ekspor produk Indonesia dan kemampuan militer/ pertahanan India yang sangat disegani di dunia (memiliki senjata nuklir) Dihadapkan dengan terbatasnya kemampuan negara baik dari segi Iptek, pertahanan keamanan dan ekonomi akibat dari dampak krisis finansial global yang tentunya berimbas ke Indonesia dengan kemampuan India dalam memproduksi dan melaksanakan perbaikan maupun modifikasi peralatanperalatan pertahanan, dengan harga yang bersaing terutama dihadapkan dengan negara-negara Eropa, maka apabila Indonesia ingin membeli ataupun melaksanakan perbaikan alutsistanya, faktor transformasi teknologi (transfer of technology) harus menjadi pertimbangan agar pemeliharaan alutsista yang dibeli tersebut tidak tergantung kepada negara India. Disamping itu India sebagai negara dengan banyak SDM yang menguasai Iptek khususnya bidang teknologi informasi.

This research is to work through the opportunities that can be utilized by Indonesia and its challenges of the bilateral's relationship Indonesian – India. The opportunities as useful as possible utilized to Indonesia national interests faced by the limited of state abilities in the technology, economic and security defense that impact of global financial crisis one of course it gets to induce to Indonesia. This research based on library studies and directly to visit to India (New Delhi, Bangalore and Mumbai), expected suporting to accuration of thesis. Basically subjective bilateral, the essential is each other trust among both two countries and refers to its national interests (mutually advantages). The bilateral's subjective dynamics between India and Indonesia is limited on Orde Baru era and President Susilo Bambang Yudhoyono era because of both governance era are stable enough. India state potency of its big population constitute big opportunity for market to export Indonesia and military /defence capability of India that really been honoured at the world (having nuclear weapon). Brought up by ability of Indonesia in Science and Technology, Defense Security and effect economy of global financial crisis impact one of course it gets to induce to Indonesian with competence India in produce and performs to repair and also defending equipment modifications, at the price that competing particularly been brought up by Europe or United State of America , therefore if Indonesian wants to buy or even perform its military defence repairs, technology's transfer should be that judgment its military defence preserve that is bought that not depends upon India. Despitefully India as state with many human resources who gains control Science and Technology especially Information Technology.

Kata Kunci : Hubungan Indonesia,India,Masa Orde Baru,Masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia- India relationship, Orde Baru Era, President Susilo Bambang Yudhoyono Era


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.