Dinamika perekonomian Kabupaten Sumbawa 1993-2007 :: Kasus sebelum dan setelah kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) Bima
SUWARDI, Didi, Dr. Soeratno, M.Ec
2009 | Tesis | S2 IESPPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi Kabupaten Sumbawa ditinjau dari tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapitanya, mengidentifikasi sektor ekonomi unggul dan sektor ekonomi potensial serta subsektor ekonomi unggul dan subsektor ekonomi potensial Kabupaten Sumbawa dan wilayah KAPET Bima (Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu), Indek Spesialisasi Kabupaten Sumbawa dengan wilayah KAPET Bima, sebelum dan setelah KAPET Bima ditetapkan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode observasi tahun 1993-2007 dengan menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan harga konstan 2000 serta data jumlah penduduk. Alat analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa Tipologi Klassen, Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Location Quotient (LQ), Overlay dan Analisa Indeks Spesialisasi. Hasil empris yang didapat dari peneltian ini menunjukkan bahwa selama periode 1993-2007 posisi Kabupaten Sumbawa berada dalam klasifikasi daerah cepat maju dan cepat tumbuh, sektor yang menjadi unggulan adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan penggalian sebagai subsektor unggulan. Sedangkan Kabupaten Bima dan Dompu sebagai wilayah KAPET Bima, sektor unggulanya adalah sektor pertanian dan sektor jasa-jasa dengan tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, kehutanan, perikanan dan pemerintahan sebagai subsektor ungulan. Ketika periode penelitian dibagi menjadi periode sebelum KAPET Bima (1993-1997) dan periode setelah KAPET Bima (1998-2007), diketahui bahwa posisi Kabupaten Sumbawa tetap berada dalam klasifikasi daerah cepat maju dan cepat tumbuh. Periode sebelum KAPET Bima sektor unggulan dan sektor potensial antara Kabupaten Sumbawa dengan wilayah KAPET Bima ada kesamaan, yaitu pada sektor pertanian sebagai sektor unggulan dengan tanaman bahan makanan sebagai subsektor unggulan, dan sektor listrik, gas, dan air bersih serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebagai sektor potensial dengan listrik dan bank sebagai subsektor potensial. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum KAPET ditetapkan tidak ada spesialisasi antara Kabupaten Sumbawa dengan wilayah KAPET Bima. Dan periode setelah KAPET Bima, sektor unggulan dan sektor potensial antara Kabupaten Sumbawa dengan wilayah KAPET Bima ada perbedaan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa dengan ditetapkannya KAPET Bima telah menyebabkan terjadinya spesialisasi antara Kabupaten Sumbawa dengan wilayah KAPET Bima.
This research aims to know the position of Sub-Province of Sumbawa evaluating growth level and earnings per capita, identifying pre-eminent economic sector and potential economic sector and also economic sub sector exceed and potential economic sub sector of Sub-Province of Sumbawa and region of KAPET Bima (Sub-Province of Bima and Sub-Province of Dompu), Specialization Index Sub-Province of Sumbawa with region of KAPET Bima, before and after KAPET Bima specified. This research uses the secondary data with period of observation year 1993- 2007 by using Product Domestic of Regional Bruto (PDRB) data at the price of constant 2000 and also the data of amount of resident. Analysis appliances which used in this research are analysis of Klassen Typologi, Growth Ratio Model (MRG), Location Quotient (LQ), Overlay and Specialization Index Analysis. Empirical result of this research indicates that during 1993-2007 period, the position of Sub-Province of Sumbawa are in quick-developing and quick-advanced, the sectors that become exceeded are mining sector and digging, with digging as preeminent sub sector. Moreover, Sub-Province of Bima and Dompu as region of KAPET Bima, their sectors are agricultural sector and services sector with food-stuff crop, plantation crop, forestry, governance and fishery as pre-eminent sub sectors. When period of research was divided to period before KAPET Bima (1993- 1997) and period after KAPET Bima (1998-2007), it is known that the position of Sub-Province of Sumbawa remains to stay in quick-developing and quick-advanced. There is equality in the period before pre-eminent KAPET Bima sector and potential sector between Sub-Province of Sumbawa and region of KAPET Bima. That is at agricultural sector as pre-eminent sector with food-stuff crop as pre-eminent sub sector, and electrics, gas, and clean water and also financial sector, company service and rental as potential sector with bank and electrics as potential sub sector. This matter indicates that before KAPET specified by, there is no specialization between Sub-Province of Sumbawa and region of KAPET Bima. And there is no difference in the period after KAPET Bima, pre-eminent sector and potential sector between Sub- Province of Sumbawa and region of KAPET Bima. This condition indicates that the stated of KAPET Bima has caused specialization between Sub-Province of Sumbawa and region of KAPET Bima.
Kata Kunci : Sektor unggulan,Sektor potensial,Subsektor unggulan,Subsektor potensial,Indeks Spesialisasi,Pre-Eminent Sector, potential sector, pre-eminent sub sector, potential sub sector, and Index Specialization