Pengaruh akrual, beban pajak tangguhan dan rasio Miller terhadap manajemen laba
WICAKSONO, Dwi Hermawan, Dr. Eko Suwardi, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister AkuntansiInformasi laba merupakan perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Informasi laba, juga membantu pemilik atau pihak lain dalam menaksir earning power perusahaan di masa yang akan datang. Hal tersebut tersebut mendorong manajemen untuk membuat laporan keuangan yang “cantik†meskipun terkadang hal tersebut bertentangan dengan tujuan perusahaan. Tindakan perekayasaan laba demi tujuan tertentu, membuat banyak penelitian dilakukan. Beberapa penelitian yang ada, menggunakan akrual untuk menjelaskan perilaku Manajemen Laba. Peneliti mencoba menganalisis model alternatif untuk menjelaskan fenomena tersebut, menggunakan beban pajak tangguhan dan Rasio Miller. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris apakah Beban Pajak Tangguhan dan Rasio Miller dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena manajemen laba sebaik akrual. Menggunakan distribusi pendapatan, penelitian dilakukan terhadap tindakan manajemen laba untuk menghindari pelaporan penurunan laba dan pelaporan kerugian. Populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama kurun waktu 2004-2007. Sampel yang diambil adalah perusahaan dengan nilai distribusi pendapatan -0,1 sampai 0,1 untuk manajemen laba guna mencegah pelaporan penurunan laba (EM1) serta nilai distribusi pendapatan -0,02 sampai 0,02 untuk manajemen laba guna mencegah pelaporan kerugian (EM2). Analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik. Dari hasil pengujian, beban pajak tangguhan mampu menjelaskan fenomena manajemen laba untuk mencegah pelaporan penurunan laba (EM1) dan mencegah pelaporan rugi (EM2) lebih baik daripada akrual. Akrual lebih baik daripada Rasio Miller dalam menjelaskan fenomena manajemen laba untuk mencegah pelaporan penurunan laba (EM1) sedangkan Rasio Miller lebih baik daripada akrual dalam menjelaskan terjadinya manajemen laba untuk mencegah pelaporan kerugian (EM2). Penelitian ini dapat digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam mendeteksi tindakan manajemen laba yang dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai titik awal untuk tindakan pemeriksaan pajak.
Earning information is especial attention to appraise performance or responsibility of management. It also assists other parties or owner in appraising company earning power in the future. It is encouraging the management to create financial statement which is “beautiful" though sometimes it is incompatible with the objectives of the company. Earning engineering for a particular purpose, make a lot of researches had been conducted. Some of the existing researches used the accrual to explain the behavior of earning Management. Researchers tried to analyze an alternative model to explain these phenomena, by using deferred tax expense and Miller Ratio. This study aimed at providing an empirical evidence of whether deferred tax expense and Miller Ratio can be used to explain the earning management’s phenomenon better than accrual. By using the earning distribution, the research applied on earning management to avoid earning decline reporting and to avoid earning loss reporting. Population research are companies that listed in Indonesian Stock Exchange during the period 2004-2007 and the samples are companies that have earning distribution value -0.1 to 0.1 for the earning management in order to avoid earning decline reporting (EM1) and earning distribution value -0.02 to 0.02 for the earning management in order to avoid loss reporting (EM2). Analysis is conducted using the logistic regression model. From examination results, the deferred tax expense is able to explain the earning management’s phenomenon to avoid earning decline reporting (EM1) and to avoid loss reporting (EM2) better than accrual. Accrual is better than Miller Ratio in explaining earning management’s phenomenon to avoid earning decline reporting (EM1) while the Miller ratio is better than Accrual in explaining the occurrence of earning management to avoid loss reporting (EM2). This research can be used by Directorate General of Taxation in detecting earning management actions undertaken by the Tax Obligation as a starting point for the actions of tax inspections.
Kata Kunci : manajemen laba, distribusi pendapatan, akrual, beban pajak tangguhan, rasio miller, earnings management, earnings distribution, accrual, deferred tax expense, miller ratio