Determinasi pembiayaan dengan skim bagi hasil pada perbankan syariah Indonesia 2005-2008
KURNIAWAN, Hendri, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPada beberapa tahun terakhir ini perbankan syariah menunjukkan perkembangan dan kinerja yang cukup menggembirakan, yang ditunjukkan dengan berbagai indikator seperti pertumbuhan jumlah aset dan tingginya financing to deposit ratio (FDR). Produk pembiayaan yang terdapat di perbankan syariah secara garis besar terdiri dari pembiayaan dengan skim jual beli, skim bagi hasil dan sewa. Dilihat dari komposisinya, maka sampai saat ini produk pembiayaan dengan skim jual beli paling mendominasi pengucuran pembiayaan di perbankan syariah. Menurut sebagian kalangan pemikir dan pakar ekonomi Islam, komposisi pembiayaan tersebut belum mencerminkan substansi dari sistem perbankan syariah yang idealnya lebih mengedepankan prinsip bagi hasil sebagai esensi utama pembiayaan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran pembiayaan dengan skim bagi hasil dalam tahun 2005 sampai dengan 2008, serta mengidentifikasi penyebab belum mendominasinya skim pembiayaan bagi hasil apakah lebih disebabkan oleh lemahnya sisi penawaran atau karena rendahnya sisi permintaan. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan estimasi terhadap permintaan dan penawaran pembiayaan bagi hasil dalam suatu model disequilibrium serta dengan metode Maximum Likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan bagi hasil dipengaruhi oleh ekspektasi profit (positif) dan Produk Domestik Bruto (positif), sedangkan penawaran pembiayaan bagi hasil dipengaruhi oleh nisbah bagi hasil (positif), kapasitas pembiayaan (positif), non performing financing (negatif), dan Produk Domestik Bruto (positif). Sementara itu jumlah pembiayaan dengan skim bagi hasil yang secara aktual disalurkan oleh perbankan syariah lebih banyak didorong atau ditentukan oleh sisi permintaan daripada sisi penawaran yang ditunjukkan dengan lebih seringnya terjadi excess demand dibanding excess supply dalam periode yang diobservasi. Hal ini mengindikasikan lemahnya sisi penawaran dan diduga terjadi pembatasan dari pihak bank dalam pengucuran pembiayaan dengan skim bagi hasil.
In recent years Islamic Banks indicate fantastic growth and excellent performance, which expressed with some indicators such as asset growth and high level of financing to deposit ratio (FDR). Basically, financing products scheme in Islamic Bank consists of sale and purchase (mark up) financing, profit and loss sharing financing, and lease financing. Referred to its composition, nowadays mark up financing is the most dominant one in Islamic Bank financing. According to many of Islamic economics experts and scientists, this condition has not yet reflected the substance of Islamic Banking system which ideally should more consider the principle of profit loss sharing as the most important priority in Islamic financing. The aim of this study is to analyze the factors affecting demand and supply of profit and loss sharing financing in Indonesian Islamic Banking from 2005 to 2008, and to identify the cause of those financing scheme has not been dominant yet, whether is caused by demand side constraint or supply side constraint. In order to achieve this goal, estimation demand and supply of profit loss sharing financing is implemented using disequilibrium model and maximum likelihood estimation method. The result of this study indicated that demand of profit loss sharing financing is affected by expected profit (positive) and GDP ( positive) while supply of financing is affected by profit sharing ratio (positive), financing capacity (positive), non performing financing (negative), and GDP (positive). Meanwhile, the actual profit loss sharing financing extended by Islamic Bank is more determined by demand side than supply side which expressed with more existence of excess demand than excess supply during period of observation. This finding indicate the lack of supply side and presumed that had occured the quantity rationing from bank in extending the profit and loss sharing financing.
Kata Kunci : perbankan syariah, pembiayaan bagi hasil, model disequilibrium, maximum likelihood, Islamic bank, profit loss sharing financing, disequilibrium model