Laporkan Masalah

Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan antar kabupaten-kota di Provinsi Kalimantan Selatan

SYAHIDAN, Akhmad, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, M.A

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian mengenai pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan antarkabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, periode 2003-2007 ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kecenderungan pola ketimpangan pendapatan antarkabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, mengetahui pola dan struktur perekonomian kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 2003 hingga 2007. Data-data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Alat analisis yang digunakan adalah Indeks Ketimpangan Williamson, Indeks Entropi Theil, analisis tipologi daerah dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan antarkabupaten/ kota di Provinsi Kalimantan Selatan selama periode penelitian (2003-2007) berfluktuasi dengan ketimpangan rata-rata berdasarkan Indeks Williamson adalah sebesar 0,469, sedangkan menurut Indeks Entropi Theil rata-rata sebesar 0,111 dengan kecenderungan ketimpangan yang semakin meningkat. Analisis Tipologi Daerah menunjukkan bahwa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok. Daerah yang termasuk dalam klasifikasi daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh adalah Kabupaten Kotabaru, dan Tabalong. Daerah yang termasuk dalam klasifikasi daerah berkembang cepat adalah Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru. Selanjutnya terdapat 3 (tiga) daerah yang termasuk klasifikasi maju tapi tertekan yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Barito Kuala dan Balangan. Daerah yang termasuk dalam klasifikasi relatif tertinggal adalah Kabupaten Tapin. Hasil analisis regresi data panel dengan metode fixed effect menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk, pengeluaran pemerintah untuk belanja pembangunan, output sektor primer dan sektor sekunder berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/ kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Research about economic growth and income inequality among regency/town in South Kalimantan Province period 2003-2007 was aim to measure and analyze trend patterns of income inequality among regency/town in South Kalimantan Province, knowing pattern and economics structure in South Kalimantan Province and to analyze factors that influence economic growth all regency/town in South Kalimantan Province. The data used in this research are secondary data from 2003 until 2007. That data were taken from Badan Pusat Statistik (Statistic Centre Bureau) of South Kalimantan Province and Biro Keuangan (Finance Bureau) of South Kalimantan Province. Analyzing tools being used in the research are Williamson Inequality Index, Entropi Theil Index, Region Tipology analysis and pooling data regression. The result of the research indicates that income inequality among regency/town in South Kalimantan Province up to research period (2003 - 2007) fluctuate with inequality average bases Index Williamson 0,469, and bases Entropi Theil Index 0,111 by trend that progressively increases. The Region Tipologi’s analysis indicates that regency/town in South Kalimantan Province gets to be clasified into four groups. Kotabaru and Tabalong Regency including advance and quickly grows region. Region that includes in grow quickly region classification be Tanah Laut, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara Regency, Banjarmasin City and Banjarbaru City. 3 (three) regency classified advance region but depress, there are Tanah Bumbu, Barito Kuala and Balangan Regency. Region that classified as relatively backward region is Tapin Regency. The result of pooling data regression by fixed effect methode indicates that population variable, government expenditure for development expense, output primary and secondary sector, all positive and signifikan in influencing economic growth of regency/town in South Kalimantan Province.

Kata Kunci : Ketimpangan,Struktur ekonomi,Pertumbuhan ekonomi, inequality, economic structure, economic growth


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.