Laporkan Masalah

Analisis belanja daerah untuk pelayanan pendidikan dasar unggul di Kota Gorontalo tahun anggaran 2007-2008

JASMANIAR, Dr. Akhmad Makhfatih, M.A

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melakukan perhitungan berapa besarnya biaya per unit siswa terhadap pengeluaran pemerintah daerah di bidang pendidikan dasar dengan mengambil studi kasus pada sekolah dasar dengan kualifikasi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), Sekolah Standar Nasional (SSN), dan Sekolah Unggulan yang ada di Provinsi Gorontalo dengan maksud mengetahui berapa besarnya dana yang seharusnya dialokasi untuk mencapai suatu tingkat kualifikasi yang diinginkan sehingga tujuan akhir dari suatu pendidikan akan tercapai utamanya kualitas daripada output sekolah yang bersangkutan. Alat analisis yang digunakan untuk menghitung biaya rata-rata per unit (unit cost) siswa SD dengan rumus: BRn = Biaya total kegiatan (n)/satuan ukur di mana BRn adalah biaya rata-rata kegiatan. Biaya total kegiatan terdiri dari biaya bahan langsung tenaga kerja langsung yang digunakan dalam kegiatan. Satuan ukur adalah tolak ukur menilai seberapa jauh unit kerja mampu melaksanakan tupoksinya. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa biaya per unit SD Selama tahun 2007-2008, berdasarkan total pengeluaran tertinggi adalah SDN 30 Kota Selatan sebagai rujukan untuk RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional), yang kemudian diikuti oleh SDN 46 Kota Selatan sebagai rujukan untuk Sekolah Unggulan, dan SDN 77 Kota Tengah sebagai rujukan SSN (Sekolah Standar Nasional). Biaya per unit siswa untuk SD 46 pada tahun 2007 sebesar Rp736.191,00 dan pada tahun 2008 naik menjadi sebesar Rp750.646,00. SDN 77 Kota tengah pada tahun 2007 sebesar Rp985.539,00 dan pada tahun 2008 naik menjadi sebesar Rp1,078.727,00. SDN 30 Kota Selatan pada tahun 2007 sebesar Rp1.755.186,00 dan pada tahun 2008 naik menjadi sebesar Rp2.828.244,00 Walaupun biaya per unit di masing-masing SD terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hanya 1 (satu) SD di mana biaya per unitnya di atas biaya per unit ideal yaitu SDN 77 Kota tengah yang pada tahun 2007 sebesar Rp660.311,00 dan pada tahun 2008 naik menjadi Rp772.474,00 dan ada 2 (dua) SD yang biaya per unit idealnya masih jauh dari kriteria ideal di mana seharusnya biaya per unit ideal untuk SD 46 pada tahun 2007 sebesar Rp965.883,00 dan pada tahun 2008 naik menjadi Rp984.848,00 SDN 30 Kota Selatan pada tahun 2007 sebesar Rp2.064.737,00 dan pada tahun 2008 naik menjadi Rp3.327.044,00. Dengan demikian untuk menutupi kekurangan pembiayaan pelayanan pendidikan dasar unggulan yang ada di Kota Gorontalo seharusnya pemerintah memberikan subsidi yang lebih besar demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan yang tinggi

The observation is intended to know and do calculating how much student cost per unit toward Local Government spending in the elementary education by the case of elementary school of Pioneering International Standars School, National Standard School, and Superior School in Gorontalo with the purpose turn off knowing how much funding that suppose to be allocated to achieve qualification degree needed so that the final goal of education can be achieved then related school output. Analysis tool used to account every cost per unit of elementary students using the following formula BRn = total cost activities (n)/unit measurement where BRn is activities average cost. Activities total cost consist of labor cost, used for activities. Measurement unit is barometer to judge how far work unit can accomplishes its field. The result of the research can be inferred that cost per unit of elementary school period 2007 to 2008, base on highest total cost is SDN 30 Kota Selatan as the recommendation for Pioneering International Standars School, then followed by SDN 46 Kota Selatan as recommendation for Superior School, and SDN 77 Kota Tengah as recombination of National Standard School. Student cost per unit for SDN 46 Kota Selatan in 2007 is Rp736.191,00 increased in 2008 to Rp750.646,00. SDN 77 Kota Tengah was Rp985.539,00 in 2007, and raised in 2008 to the level of Rp1.078.727,00. SDN 30 Kota Selatan spent Rp1.755.186,00 in 2007 and raised drastically in 2008 Rp2.828.244,00. Even tough, cost per unit at each elementary school rises for year to year. There is only one ideal school with has ideal cost that is SD 77 Kota Tengah, which cost in 2007, was Rp Rp772.474,00 and in 2008 increased to Rp Rp750.646,00 and there are two others elementary school which cost per unit are far from ideal where the cost per unit should Rp Rp965.883,00 for SD 46 in 2007 and increased sharply to Rp984.848,00 in 2008. SDN 30 in 2007 was Rp2.064.737,00 and in 2008 raised to Rp3.327.044,00. In the conclusion, to solved lack of financial in the competent elementary school in Gorontalo, the government should give much transfer subsidy for the improvement of better school service

Kata Kunci : Belanja daerah,Pendidikan Dasar Unggul,Gorontalo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.