Analisis tingkat kemiskinan antar kecamatan di Kabupaten Sleman tahun 2003-2007
HARTATI, Nunuk, Budiono Sri Handoko, M.A., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan menganalisis ketimpangan kemiskinan antarkecamatan di Kabupaten Sleman tahun 2003-2007 dan menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Sleman tahun 2003- 2007. Tingkat kemiskinan digunakan sebagai variabel dependen, sedangkan variabel PDRB per kapita, belanja publik pendidikan per kapita, belanja publik kesehatan per kapita, belanja publik infrastruktur per kapita dan kualitas sumber daya manusia digunakan sebagai variabel independen. Jenis data yang digunakan berupa data panel (pooling data) dengan menggabungkan data cross section (kecamatan) dan time series (tahun 2003-2007). Indeks Entropi Theil digunakan untuk menganalisis ketimpangan kemiskinan antarkecamatan, dan analisis regresi dengan pendekatan Fixed Effect Model GLS digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan. Hasil analisis diskriptif menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2003- 2007 ketimpangan kemiskinan antarkecamatan di Kabupaten Sleman cenderung menurun. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa variabel PDRB per kapita, belanja publik kesehatan per kapita dan belanja publik infrastruktur per kapita berpengaruh secara signifikan negatif terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Sleman. Variabel belanja publik pendidikan per kapita dan kualitas sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Sleman. Hasil analisis dummy kecamatan menunjukkan terdapat 5 kecamatan yang tingkat kemiskinannya tinggi, yakni Kecamatan Cangkringan, Tempel, Prambanan, Sleman, dan Seyegan. Dari hasil penelitian ini disarankan 4 hal. Pertama, perlu upaya yang konsisten dan berkelanjutan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin. Kedua, kegiatan pembangunan lebih memihak pada kelompok masyarakat miskin (propoor development program). Ketiga, perlu peningkatan alokasi belanja publik kesehatan dan infrastruktur bagi penduduk miskin. Keempat, program pengentasan kemiskinan perlu dilaksanakan secara terpadu oleh dinas/instansi dan diprioritaskan pada kecamatan yang tingkat kemiskinannya tinggi
The objectives of this study are to analyze disparity of poverty among sub districts and to analyze factors affecting poverty level in Sleman regency from year 2003 to 2007. Level of poverty is used as dependent variable in this study. Per capita RGDP, public spending on education, public spending on health, public spending on infrastructure and human resource quality are used as independent variables. Pooling data are utilized combining cross section and time series data. Theil Entropy Index is employed to analyze disparity of poverty among sub districts. Regression method by using Fixed Effect Model is implemented to analyze factors affecting poverty level. Result of descriptive analysis shows that poverty disparity among sub districts in Sleman regency between the year 2003 and 2007 tends to decline. The result of regression analysis shows that per capita RGDP, public spending on health and public spending on infrastructure have negative effect on poverty level in Sleman regency. However, per capita public spending on education and human resource quality have no effect on poverty level in Sleman regency. The result of dummy variable analysis shows that there are five sub districts categorized as high poverty level, namely Cangkringan, Tempel, Prambanan, Sleman, and Seyegan sub districts, respectively. This study suggests as follow: (1) Continuous and consistent effort is needed to reduce number of poor people, (2) Pro poor development program should be promoted, (3) Public spending on health and infrastructure for poor people should be increased, and (4) Poverty alleviation program should be implemented by concerned institutions in an integrated way and sub districts with high poverty level should be prioritized.
Kata Kunci : Kemiskinan,Belanja publik,Data panel,Indeks entropi Theil, poverty, public spending, panel data, Theil Entropy Index