Laporkan Masalah

Nilai ekonomi wana wisata Kopeng Kabupaten Semarang dengan menggunakan travel cost method tahun 2008

HARTONO, Wahyu, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi nilai ekonomi Wana Wisata Kopeng Kabupaten Semarang yang diperoleh dari pengunjung dengan menggunakan metode biaya perjalanan (Travel Cost Method). Wana Wisata Kopeng dipilih karena potensi wana wisata sebagai ecotourism sangat tinggi namun pengelolaannya kurang optimal. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan jumlah kunjungan sebagai variabel dependen.Variabel independen terdiri dari lima variabel yaitu variabel biaya perjalanan (Rp) meliputi biaya trasport pulang pergi, penginapan, konsumsi, pemanfaatan fasilitas, pengeluaran untuk pemandu, parkir dan karcis masuk, variabel pendapatan (Rp), variabel jumlah waktu luang (hari per minggu), variabel lama pendidikan (tahun), dan variabel kualitas wana wisata (dummy). Nilai ekonomi Wana Wisata Kopeng yaitu nilai surplus konsumen diperoleh sebesar Rp266.171,85 per individu per tahun atau Rp95.061,37 per individu per tahun per satu kali kunjungan. Total nilai ekonomi Wana Wisata Kopeng sebesar Rp25.664.378.302,35. Kemampuan membayar pengunjung atas wana wisata adalah sebesar Rp172.581,47 per individu per kunjungan masih berada di atas rata-rata pengeluaran sebesar Rp77.520,10. Untuk itu pengembangan wana wisata harus dioptimalkan dan dikelola dengan baik terutama dalam perbaikan dan pemeliharaan sarana prasarana.

The objective of this study is to estimate economic value from visitors of Kopeng Forestry Tourism, in Semarang regency by Travel Cost Method (TCM). Kopeng Forestry Tourism is chosen due to high potency for ecotourism but not supported by optimal management. Regression analysis was involved in this research with specification of number of visit as dependent variable and five variables as independent variables. Variable of travel cost to Kopeng consist of transportation cost, hotel accomodation, consumption cost, rent of facilities, cost of guider, parking cost, and ticket, income variable (Rp), leisure time variable (day in a week), lenght of formal education (year), and quality of site (dummy). The economic value of Kopeng is estimated by consumer surplus of visitor which accounted for Rp266,171.85 for each individual in a year or Rp95,061.37 for each individual visit. Total Economic Value of Kopeng amounting to Rp25,664,378,302.35. The benefit of Kopeng was Rp172,581.47 for each individual visit. This number is still higher than the average expenditure of visitor Rp77,520.10. Thereafter, the development of Kopeng should be optimized and managed properly primary in renewal and maintaining assets.

Kata Kunci : Travel cost method,Nilai ekonomi,Surplus konsumen,Sumber daya alam,Wana wisata, Travel Cost Method, Economic Value, Consumer Surplus, Natural Resources, Forestry Tourism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.