Analisis kehandalan ketersediaan dan resiko pemakaian turbin uap di pabrik gula
HARNOWO, Saptyaji, Prof. Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D
2008 | Tesis | S2 MRKITurbin uap di pabrik gula sudah banyak digunakan sebagai penggerak mula yang menggantikan peran mesin mesin uap yang dibangun sebagai sistem penggerak generasi sebelumnya. Kenyataan di lapangan banyak sekali ditemui berbagai jenis kerusakan turbin uap yang tidak dapat diramalkan sehingga mengurangi kehandalan turbin dan memunculkan potensi resiko di dalam operasional di pabrik gula yang tidak dapat diprediksikan. Di dalam penelitian ini, turbin uap akan dianalisis sistem kehandalan, ketersediaan dan potensi resiko yang mungkin terjadi selama musim giling pabrik gula. Model sistem kehandalannya akan disusun dari berbagai data kerusakan masa lalu selama 4 tahun (2004-2007), yang bersumber dari data operation dan maintenance pabrik gula. Metode analisis yang digunakan adalah weibull rank regression, dengan menghitung 2 parameter weibull, yaitu parameter dan parameter , dimana hasil nilai perhitungannya untuk parameter = 3,3255 dan parameter = 2240,31 dengan nilai MTBF = 2010,37 jam, sementara hasil nilai availabilitasnya mencapai 98%. Dengan melakukan interpretasi kedua nilai parameter tersebut disimpulkan bahwa turbin uap di PG, sesuai dengan bath tub curve failure model dikategorikan masuk ke daerah wear out (daerah keausan) dengan tingkat kerusakan meningkat bersamaan dengan bertambahnya waktu giling. Untuk itu diperlukan upaya dalam sistem pemeliharaannya baik bersifat periodik maupun prediksi berdasarkan MTBF komponen dan MTBF turbin uap di pabrik gula. Kajian kualitatif resiko diperoleh 6 probabilitas kegagalan dengan frekuensi kejadian 30 kali (90%) mempunyai potensi hazard tinggi dengan tingkat resiko medium, serious dan high. Untuk itu diperlukan usaha pencegahannya dengan mengurangi frekuensi kemunculan kejadian dan dampak yang ditimbulkannya sesuai keputusan manajemen dalam pengelolaan resiko.
Steam turbine in sugar plant already used as prime mover for exchanged the earlier model was steam engine. In fact, the operation of steam turbine in milling season many failures occurred and have not been predicted before so that the system have low in operation. In this research, steam turbine would be analyzed their system reliability and its availability during milling season. The model of its reliability has been constructed from many failure mode data that are taken for 4 years (2004 - 2007). Weibull rank regression is used for analysis, with the results of 2 (two) weibull parameter, consist of number shape parameter = 3,3255, scale parameter = 2240,31 average MTBF = 2010,37 hours, meanwhile the number of availability = 98%. Interpreting number of those weibull parameters indicated that the steam turbine failure characterized as wear out model with failure rate increasing to mission time. The reliability system follows variable failure rate in bath tub curve failure region. Many effort for maintenance action should be done regularly to reduce many failures mode data in steam turbine operation involving the predictive action using each number of MTBF components. Qualitative risk analysis obtained 6 failures probability with the frequency of event 30 times (90%) resulting from medium, serious and high risk, so these failure probability occurrence should be reduced and controlled including the impact of failures in milling season suitable with the risk of management decision level.
Kata Kunci : Availabilitas,MTBF,Masa giling,Pemeliharaan,Kehandalan,Resiko,Parameter Weibull, Availability, MTBF, Milling, Maintenance , Reliability, Risk, Weibull Parameter