Laporkan Masalah

Studi analisis pemberian air irigasi D.I. Jetisbolo Gantiwarno Kabupaten Klaten

PRANOWO, Agung Hari, Ir. Darmanto, Dip.HE., M.Sc

2009 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Daerah Irigasi Bendung Jetisbolo yang berada di Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten yang mengaliri lahan sawah di Desa Sengon, Katekan dan Sawit seluas 369,5 Ha pada musim tanam II tidak seluruhnya ditanami padi tapi hanya sebagian yaitu 110 Ha, namun ada keinginan para petani yang tergabung dalam P3A pada MT II lahan di D.I. Jetisbolo akan ditanami padi seluruhnya 369,5 Ha. Para petani di Daerah Irigasi Bendung Jetisbolo masih meragukan apakah debit air dari Bendung Jetisbolo akan mencukupi untuk mengaliri lahan di Daerah Irigasi Jetisbolo yang seluas 369,5 Ha yang keseluruhannya akan ditanami padi pada musim tanam II sementara ini debit dari Bendung Jetisbolo hanya untuk melayani kebutuhan air irigasi pada lahan sawah seluas 110 Ha. Sehingga diperlukannya studi analisis mengenai keseimbangan air untuk dapat menyusun pedoman pemberian air irigasi di lahan sawah D.I. Jetisbolo tersebut. Berdasarkan hasil dari metode perhitungan faktor K dengan pola tanam padipadi- polowijo Daerah Irigasi Bendung Jetisbolo didapat hasil : MT I 0,70-8,47, MT II 0,70-3,00, MT III 0,71-7,86. Dari perhitungan faktor K tersebut didapat areal lahan sawah yang optimal mampu diairi pada MT I seluas 118 Ha, MT II seluas 245 Ha dan MT III seluas 85 Ha. Sehingga keinginan para petani setempat yang ingin memperluas lahan sawah pada MT II seluas 369,5 tidak dapat terpenuhi seluruhnya tetapi hanya seluas 245 Ha saja

During the Planting Season (MT) II, not all areas of the Jetisbolo dam irrigation area in Gantiwarno sub-district, Klaten dist rict watering the rice field area of Sengon, Katekan and Sawit villages covering 369.5 Ha have been cultivated with rice, but only some of them, i.e. 110 Ha are planted. However, farmers joined in the P3A expect that during the Planting Season II all areas, i.e. 369.5 Ha of Jetisbolo dam irrigation area will be planted with rice. Farmers of the Jetisbolo dam irrigation area has still questioned whether the water debit of the Jetisbolo dam will be sufficient to supply water for the 369.5 Ha Jetisbolo irrigation area to be cultivated with rice during the Planting Season II, while for the time being the debit of Jetisbolo dam is only exploited to supply water irrigation for the 110 Ha rice field area. Therefore, analysis study on water balance is required to develop the guide of water irrigation supply for the rice field of the Jetisbolo irrigation area. Based on the computation method on factor K with the rice-rice-polowijo planting pattern in Jetisbolo dam irrigation area, it was obtained: 0.70-8.47 for MT I, 0.70-3.00 for MT II, 0.71-7.86 for MT III. The computation on factor K showed that the rice field areas optimally watered during MT I, MT II, MT III were 118 Ha, 245 Ha and 85 Ha, respectively. Hence, the expectation of local farmers to extend their rice field to be 369.5 Ha during MT II was not able to be realized, and the 245 Ha of area was cultivated only.

Kata Kunci : Debit,Pola tanam,Faktor K, Debit, Planting Season, Factor K


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.