Laporkan Masalah

Pembuatan sistem pengelolaan lahan DAS berbasis integrasi kemampuan lahan daya dukung wilayah di daerah aliran sungai (otomasi sistem) :: Studi kasus sub DAS Opak

HAMIDIN, Johanes, Prof. Dr. Suratman, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Pengelolan Pesisir dan Dae

Penelitian ini dilaksanakan di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak yang merupakan bagian dari DAS Opak-Oyo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan lahan di Sub DAS Opak, mengetahui daya dukung wilayah di Sub DAS Opak, mengembangkan suatu model pengelolaan lahan DAS dengan menggabungkan kemampuan lahan dan daya dukung wilayah khususnya dalam perencanaan penggunaan lahannya. Metode yang digunakan untuk pemodelan adalah kombinasi dari kemampuan lahan dengan gabungan daya dukung wilayah untuk pertanian, untuk permukiman dan untuk fungsi lindung yang kemudian dibuat model komputerisasinya untuk menjadikannya sebuah otomasi sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis di Sub DAS Opak terdapat dari 7 (tujuh) klas kemampuan lahan, yaitu 7 (tujuh) klas kemampuan lahan, yaitu: klas I, klas II, klas III, klas IV, klas V, klas VI dan klas VIII. Dari ketujuh klas didominasi klas I dengan menempati 41,9 % dari luas total wilayah dan yang paling sedikit adalah klas VIII menempati 0,9 % dari total luas wilayah. Selain itu daya dukung wilayah di Sub DAS Opak terdiri dari daya dukung wilayah untuk pertanian, untuk permukiman dan untuk fungsi lindung, dimana masing-masing daya dukung terdiri dari 3 klas. Hasil dari daya dukung wilayah pertanian didominasi klas III sebesar 44,0 %, daya dukung permukiman didominasi klas I sebesar 44,1 %, daya dukung wilayah untuk fungsi lindung didominasi klas I sebesar 41,8 %. Hasil pemodelan untuk pengelolaan lahan DAS dari kombinasi kemampuan lahan dan gabungan daya dukung wilayah terdapat 6 (enam) arahan penggunaan lahan meliputi penggunaan lahan bebas, sawah dan atau tegalan dibatasi, sawah dan atau tegalan sangat dibatasi, permukiman dan atau sawah dan atau tegalan dibatasi, permukiman dan atau sawah dan atau tegalan sangat dibatasi, harus hutan, hasilnya adalah penggunaan lahan bebas menempati 28,7 % dan yang paling sedikit sawah dan atau tegalan sangat dibatasi sebesar 0,2 % dengan keserasian dengan penggunaan lahan eksisting sebesar 92,2 % cocok. Hasil akhirnya untuk menjadikannya sebagai otomasi sistem dibuat menjadi perangkat lunak dengan nama SISDAS versi 1.0.

The research was carried in Opak Sub Watershed which are a part of Opak-Oyo Watershed. The objectives of this research are to evaluate the land capability in study area, to evaluate the carrying capacity in study area, to develop a model of land management in watershed with combination between land capability and carrying capacity especially in landuse planning. The method that used for modelling are combination between land capability with unioning agricultural carrying capacity, settlement carrying capacity and conservation carrying capacity and then use it to make computerized model as automatic system. The result indicated that Opak Sub Watershed had 7 (seven) land capability classes, these are class I, class II, class III, class IV; class V, class VI; and class VIII. From 7 (seven) classes as result, class I dominate the result with 41,9 % of total area and the less one is class VIII with 0,9 % of total area. Beside that the carrying capacity in Opak Sub Watershed contain agricultural carrying capacity, settlement carrying capacity and conservation carrying capacity. The result of agricultural carrying capacity dominated by class III 44,0 %, settlement carrying capacity dominated by class I 44,1 % and conservation carrying capacity dominated by class I 41,8 %. The result of land management modelling from combination of both land capability and unioning of carrying capacity had 6 (six) landuse forecasting are free landuse, limited wetland and or dryland field, very limited wetland or dryland field, limited settlement and or wetland and or dryland field, very limited settlement and or wetland and or dryland field, must be forest. The dominant result is free landuse 28,7 % and the less one is very limited wetland or dryland field 0,2 %, there are match with existing landuse about 92,2 %. The final result is to make an automatic system, it is an application software who called SISDAS version 1.0.

Kata Kunci : Kemampuan lahan,Daya dukung lahan,Otomasi sistem,Pengelolaan DAS, land capability, carrying capacity,automatic system, watershed management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.