Kajian sumberdaya air untuk budidaya ikan
WARSENO, Yus, Dr. Pramono Hadi, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Pengelolan Pesisir dan DaeDalam kegiatan usaha budidaya ikan, hal penting yang perlu dikaji adalah ketersediaan debit dan kualitas air yang memadai, sesuai standar yang dibutuhkan untuk budidaya ikan. Penelitian potensi sumberdaya air untuk budidaya ikan ini, bertujuan untuk mengetahui debit saluran irigasi pada Bendung Mejing Sungai Winongo, saluran irigasi Canden Kanan dan saluran irigasi Tegal Kanan, Sungai Opak, mengetahui kualitas air di perairan dalam kaitannya dengan persyaratan untuk budidaya ikan air tawar, serta untuk mengetahui sebaran potensi pengembangan kawasan budidaya ikan berdasar dukungan sumberdaya air, berlokasi di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data debit dan kualitas air pada beberapa lokasi di daerah penelitian. Untuk mendapatkan informasi potensi debit aliran dan kualitas air di lokasi penelitian dianalisa dengan menggunakan metode pembandingan (Matching), terhadap kriteria standar sumberdaya air yang optimal untuk pembenihan ikan. Untuk mengetahui sebaran potensi pengembangan kawasan perikanan berdasarkan tingkat kualitas air dan debit di lokasi penelitian, menggunakan cara, dengan menentukan titik sampel pada setiap SPS sebagai simpul titik utama oncoran air irigasi dikaitkan dengan luas lahan yang diairi. Analisis sebaran keruangan dilakukan menggunakan bantuan software ArcView. Berdasarkan analisa hasil penelitian debit dan kualitas air, dapat disimpulkan, bahwa dari luas total daerah oncoran air irigasi di lokasi penelitian seluas 662,6 hektar, sebesar 58 % (385,3 hektar) sesuai untuk budidaya ikan, meliputi SPS: 1, 2, 3, 5 dan 9, dan dari luas tersebut hanya 5 % (19,4 hektar) yang sesuai untuk pembenihan ikan, yaitu di SPS 2 dan SPS 9, serta sebesar 42 % (277,3 hektar) tidak sesuai untuk budidaya ikan air tawar, meliputi SPS: 4, 6, 7, 8 dan 10.
In conducting fish aquaculture, important thing needs to be analyzed is the availability of adequate water quality and discharge, according to standard required for fish aquaculture. This study aimed at knowing discharge of Barricading Mejing Winongo River, Canden Kanan irrigation channel and Tegal Kanan irrigation channel, Opak River. This research is also to know water quality concerning with conditions of conducting bream, as well as to identify the distribution of fish aquaculture area development potency based on water resource support which is located in Pundong District, Bantul Regency, Yogyakarta Special Province. Method used in this research is by collecting discharge and water quality data in some location of research area. To get information of discharge and water quality potency in the research location, matching method is applied to standard criterion of optimal water resource for the seeding of fish. To know the distribution of potency of fish development area, based on water quality and discharge in the location, is by determining the sample point in each Sample Collecting Station (SPS) as the main point node of water irrigation flow related with width of irrigated farm. Spatial distribution analysis is carried out using Arcview software aid. Based on the analysis result of discharge and water quality research, it can be concluded, that from the total area of water irrigation flow in research location, for the width of 662,6 hectare, 58 % ( 385,3 hectare) is suitable for the fish aquaculture, which covers SPS: 1, 2, 3, 5 and 9, and 5 % ( 19,4 hectare) appropriate for the seeding of fish, that is in SPS 2 and SPS 9, and also 42 % ( 277,3 hectare) is not appropriate for to fresh water fish aquaculture, covering SPS: 4, 6, 7, 8 and 10.
Kata Kunci : Potensi SDA,Pemanfaatan dan sebaran perikanan, Water Resource Potency, fish distribution and utilization