Pengembangan destinasi wisata dalam mendorong pengembangan pariwisata MICE di Yogyakarta
PRASMIKO, Andang, Dr. Ir. Arya Ronald
2009 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturDalam peta kepariwisataan nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Penilaian tersebut berdasar pada faktor keragaman daya tarik wisata yang menjadi kekuatan pengembangan kepariwisataan di Yogyakarta. Saat ini, tren kepariwisataan dunia mengarah pada jenis wisata MICE yang mampu memberikan nilai tambah pada kepariwisataan, namun Yogyakarta dianggap belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan menjadi tuan rumah bagi jenis wisata strategis tersebut. Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: (1) Wisata MICE belum menjadi agenda tetap di Yogyakarta; (2) Kepariwisataan Yogyakarta masih sangat tergantung pada wisata budaya; (3) Wisata MICE dianggap belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kepariwisataan Yogyakarta sehingga belum ada perhatian khusus mengenai MICE; dan (4) Belum optimalnya dukungan segenap pelaku pariwisata terhadap wisata MICE di Yogyakarta. Di beberapa negara, pengembangan wisata MICE terbukti mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi destinasi penyelenggara, antara lain: memberikan publisitas secara luas serta menambah ragam aktifitas atau even yang mendorong motivasi wisatawan untuk berkunjung kembali ke suatu destinasi dengan jangka waktu tinggal lebih lama. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengidentifikasi potensi Yogyakarta dalam rangka pengembangannya sebagai destinasi wisata MICE yang berdaya saing unggul dan memiliki kekhasan sehingga dapat menarik aktifitas wisata MICE, baik nasional maupun dunia.
Yogyakarta is one of the famous destination for tourism in Indonesia. Tourism in Yogyakarta is mostly strengthened by many factors related to attraction diversity. Nowadays, the tourism global trend is headed for MICE tourism which may provide added-value to the development. Despite of its potential existing attraction diversity, it is considered that Yogyakarta has inadequate capacity to be the destination to facilitate MICE tourism in the city. This has posed a big challenge to the tourism development in Yogyakarta The shortcoming condition is caused by many factors, such as (1) MICE tourism has not been fixed as a regular event in Yogyakarta tourism agenda; (2) Tourism in Yogyakarta still highly depends on cultural-based attractions; (3) MICE tourism is considered having trivial contribution to the tourism development in Yogyakarta, thus there is less consideration subjected to it; and (4) Minimum support by tourism actors to MICE tourism in Yogyakarta. To some countries, MICE tourism has been proved giving significant contribution for the organizing destination. It may create kinds of activity and event which fascinate tourists to re-visit the destination with extended LOS. In addition, it also provides great publicity to promote the destination to the wide world. Therefore, it is necessary to identify the potential of Yogyakarta City to be developed as MICE tourism destination which has superior competitiveness advantage and exceptional characteristics that fascinate foreigners as well as domestic visitors.
Kata Kunci : Pengembangan,MICE,Yogyakarta, developing, destination, MICE