Laporkan Masalah

Pengaruh setting terhadap perilaku teritorialitas pedagang di Pasar Klitikan Pakuncen Yogyakarta

NURHAMSYAH, M, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, MT

2009 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Penelitian ini berangkat dari kajian arsitektur lingkungan dan perilaku manusia yang melihat hubungan dan pengaruh setting (tempat) terhadap perilaku manusia. Perilaku manusia yang dipengaruhi setting ini muncul pada fenomena pedagang kaki lima yang direlokasi menempati lokasi baru di Pasar Klitikan Pakuncen. Salah satu bentuk perilaku pedagang yang muncul dipengaruhi setting adalah perilaku teritorialitas terhadap setting area lapaknya dalam bentuk adaptasi yang berbeda-beda di setiap setting blok pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran bentuk perilaku teritorialitas pedagang yang dipengaruhi oleh setting blok pasar, sebagai hasil adaptasi dan interaksi hubungan antara pengguna (pedagang) dan lingkungan (setting tempat aktivitasnya). Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan menggunakan metode penelitian deduktif-kualitatif eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan terhadap perilaku manusia (Observing Behaviour), kemudian dilakukan pemetaan perilaku dengan dua cara yaitu: metode Place Centered Mapping, berdasarkan pengamatan setting (tempat) dan metode Person Centered Mapping berdasarkan perilaku dan pergerakan orang dalam setting. Kedua metode pemetaan perilaku ini didukung dengan metode wawancara dengan pelaku, untuk kemudian dilakukan pengkategorisasian kasus dan analisa secara kualitatif. Hasil temuan observasi lapangan yang pertama adalah bahwa setting fisik di Pasar Klitikan secara makro dibagi dalam 5 zona atau blok pasar, sesuai penzoningan kelompok pedagang, yaitu setting blok A1, A2, B1-B2, C1-C2, dan D. sedangkan setting secara mikro adalah penempatan lapak pedagang dalam los-los pada setiap blok pasar. Kedua adalah perilaku teritorialitas pedagang dalam setting fisik, yang dilihat berdasarkan kecendrungan perilaku penggunaan jumlah lapak, penggunaan elemen pembatas setting, penggunaan dan penempatan media, perabot, serta cara display barang dagangan. Hasil penelitian berdasarkan analisa temuan dan pembahasan menunjukkan adanya kecendrungan perilaku teritorialitas pedagang yang akan menciptakan pola teritori yang berbeda di setiap setting blok pasar klitikan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh setting dilihat dari letak, posisi, bentuk, dan ukuran setting yang berbeda terhadap perilaku teritorialitas pedagang yang muncul. Setting blok A1 dan A2 yang letak dan posisinya berada paling depan dan paling strategis dari segi aksesbilitas dan kemudahan pencapaian mempengaruhi perilaku teritorialitas dengan tingkat kontrol yang relatif rendah - sedang. Setting blok B1 dan blok B2 yang berada paling tengah dan masih cukup strategis mempengaruhi perilaku teritorialitas pedagang, dengan tingkat kontrol yang sedang atau tidak terlalu tinggi. Setting blok C1 dan blok C2 yang kurang strategis, mempengaruhi perilaku teritorialitas dengan tingkat kontrol atau pengamanan yang relatif kuat atau tinggi. Untuk blok D karena tidak strategis, maka hanya terdapat satu kasus dengan perilaku dan pola teritorialitas yang tertutup dengan tingkat kontrol yang tinggi.

This research was started from examination of environmental architecture and human behavior seeing relation and effect of setting on the human behavior. The human behavior affected by this setting appeared on phenomena of sidewalk traders relocated to occupy new location in Klitikan Pakuncen Yogyakarta, and status of traders also changed legally in wholesalers. One resulting behavior form of traders affected by this setting was territoriality behavior on area setting in different adaptations to each market block setting. Goal of this research was to find illustration of territoriality behavior form of traders affected by market block setting, as result of adaptations and interaction between users (traders) and environment (activity location setting). This research used rationalistic approach using explorative deductive-qualitative research method. Data were collected by observing behavior, then mapping behavior in two ways: Placed Centered Mapping, based on setting (location) observation; and Person Centered Mapping, based on people movement behavior in the setting. Both methods of behavior mappings were supported by interview with actors, then categorizing and analyzing cases qualitatively. Results of first field observation indicated that physical-macro setting of Klitikan Pakuncen Yogyakarta was classified into 5 zones or blocks of market, according to trader group zoning, setting blocks of A1, A2, B1-B2, C1-C2, and D. Whereas, micro setting was to locate traders in kiosks of each market block. Second was territoriality behavior of traders in physical setting, seen from such as, based on tendency of usage behavior of total lapak, use of setting limit elements, use and placement of media, equipment, and way of merchandise display. Results of research, based on discussion and analysis of findings, indicated that there was tendency of trader territoriality behavior to create different territory patterns of each klitikan market block setting. It indicated presence of setting in terms of different sites, positions, shapes, and sizes of setting of resulting trader territoriality behavior. Setting of blocks A1 and A2 with different sites and positions lied in the most front and strategic place in terms of accessibility and ease to affect territoriality behavior with relatively lower-medium control level. Setting of Blocks B1 and B2 existing in most middle and sufficiently strategic position affected trader territoriality behavior, with medium and not too high control level. Setting of less strategic Blocks C1 and C2 affected territoriality behavior with relatively stronger or higher safety or control level. For Block D, because it was not strategic, it only had one case with close territoriality behavior and pattern with high control level.

Kata Kunci : Setting Fisik Blok dan Lapak, Perilaku Teritorialitas, Setting of Physical Blocks and Lapak, Territoriality Behavior


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.