Karakteristik masjid berbasis budaya lokal di Kalimantan Selatan
AUFA, Naimatul, Dr. Ir. Arya Ronald
2009 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturGlobalisasi menyebabkan tidak adanya batasan jarak, ruang dan waktu. Ketika jarak, ruang dan waktu menjadi satu dalam kesatuan, maka pada saat itu akan terjadi pertukaran kebudayaan yang sangat cepat dan luar biasa pengaruhnya kepada perkembangan Arsitektur sebagai salah satu wujud kebudayaan. Hal inilah yang terlihat pada perkembangan pembangunan masjid dan rehabilitasi masjid tradisional di Kalimantan Selatan. Pembangunan masjid baru dan rehabilitasi masjid tersebut telah terpengaruh arus globalisasi, sehingga cenderung melupakan aspek lokal. Kebudayaan yang terbentuk dalam sebuah masyarakat menimbulkan ciri khusus bagi seseorang/individu, masyarakat, organisasi, dan bangunan. Ciri khusus ini disebut dengan karakteristik. Unsur karakteristik dari sebuah masjid tradisional terbentuk dari nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat lokal. Unsur karakteristik masjid tradisional inilah yang berusaha diteliti untuk menghadapi tantangan globalisasi yang cenderung bersifat universal non lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat melihat karakteristik masjid tradisional di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari warisan budaya masa lalu, terutama berkaitan dengan pengembangan syiar Islam di satu sisi dan kehidupan budaya di sisi lain. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik kualitatif, teori Ching (2000), tentang aspek-aspek pembentuk karakteristik arsitektur digunakan sebagai grand theory. Dependent variable yang digunakan adalah variabel fungsi, variabel ruang, variabel bentuk dan variabel teknik. Sedangkan independent variable yang digunakan adalah unsur-unsur kebudayaan universal C.Kluckhon dalam Koentjaraningrat (2002) yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharaian hidup, sistem religi dan kesenian. Hasil penelitian menunjukkan adanya ciri-ciri khas masjid tradisional di Kalimantan Selatan berbasis budaya lokal. Berdasar budaya lokal, masjid tradisional Kalimantan Selatan memiliki karakteristik wujud dan karakteristik hirarki ruang. Unsur budaya yang paling mempengaruhi pembentukkan kedua karakteristik tersebut adalah unsur sistem simbol dan unsur organisasi sosial.
Globalization results in unlimited distance, space, and time. When distance, space, and time unite as one, there comes a fast exchanging of cultures that greatly influences the development of architecture as the means of culture. This phenomenon is shown in the development of mosque construction as well as the renovation of traditional mosque in South Kalimantan. The construction of present mosque and the renovation of traditional mosques have been influenced by the flow of globalization; therefore they tend to be a local aspect. Culture, which is formed within society, gives distinctive features to one individual, society, organization, and buildings. These distinctive features are called characteristics. The characteristic elements of a traditonal mosque are formed by the values of culture developed in local society. These characteristic elements become the main objects of the research in facing the challenge of globalization, which tends to be universal. This research is aimed to make the characteristics of traditional mosques in South Kalimantan parts of cultural heritage, especially the ones related to the spread of Islam at one side and cultural living at the other. The research takes rational qualitative paradigm, theory of aspects that build architecture characteristics by Ching (2000), as grand theory. The Dependent variables applied in the research are function variable, space variable, shape variable, and technique variable. Whereas, the independent variables applied in the research are elements of universal culture by Kluckhon (2002). The research has shown that there are distinctive features of traditional mosques in South Kalimantan, on the basis of local culture. Based on local culture, traditional mosques in South Kalimantan have shape characteristics and space hierarchy. The elements of culture that strongly influence the formation of both characteristics are element of symbolic system and element of social organization.
Kata Kunci : Karakteristik,masjid tradisional,Budaya lokal,Kalimantan Selatan, characteristics, traditional mosques,local culture, South Kalimantan