Laporkan Masalah

Perancang sistem pengukuran kinerja independent store

MUNAWIR, Hafidh, Dr. M. Arif Wibisono, S.T., M.T

2009 | Tesis | S2 Teknik Mesin

Pertumbuhan bisnis retail sangat prospektif, pertumbuhan tersebut diikuti oleh pertumbuhan jumlah minimarket (corporate chain store) yang sangat gencar yaitu 40% per tahun, di lain pihak pertumbuhan toko tradisional (independent store) hanya 0%. Independent store dituntut untuk bisa bersaing dengan corporate chain store. Suatu independent store dapat bekerjasama membentuk suatu integrated independent store agar bisa bersaing dengan corporate chain store. Untuk membantu independent store membentuk integrated independent store, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengukuran kinerja independent store. Agar suatu perusahaan bisa survive dalam jangka panjang, maka perusahaan harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh seluruh stakeholdernya, bukan hanya para pemegang saham. Konsep memperhatikan seluruh stakeholdernya ini digunakan penulis untuk mengembangkan perancangan sistem pengukuran kinerja. Rancangan sistem pengukuran kinerja yang diusulkan dimulai dari keinginan stakeholder. Keinginan stakeholder diterjemahkan kedalam parameter teknik yang nantinya menjadi key performance indicator (KPI). Keinginan stakeholder dan parameter teknik dikoordinasikan dalam satu rumah kualitas QFD untuk mendapatkan KPI dan bobot KPI. Nilai kinerja didapatkan dari agregasi bobot KPI dan nilai KPI. Sedangkan untuk mendapatkan biaya peningkatan kinerja, maka nilai KPI dan biaya KPI diagregasikan menjadi satu. Dari hasil uji coba di beberapa toko, kinerja yang paling bagus dicapai oleh toko mandiri dengan nilai kinerja sebesar 84,91. sedangkan toko yang memerlukan biaya kinerja yang paling banyak adalah toko gmart yaitu sebesar Rp 81.660.000,00.

Pertumbuhan bisnis retail sangat prospektif, pertumbuhan tersebut diikuti oleh pertumbuhan jumlah minimarket (corporate chain store) yang sangat gencar yaitu 40% per tahun, di lain pihak pertumbuhan toko tradisional (independent store) hanya 0%. Independent store dituntut untuk bisa bersaing dengan corporate chain store. Suatu independent store dapat bekerjasama membentuk suatu integrated independent store agar bisa bersaing dengan corporate chain store. Untuk membantu independent store membentuk integrated independent store, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengukuran kinerja independent store. Agar suatu perusahaan bisa survive dalam jangka panjang, maka perusahaan harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh seluruh stakeholdernya, bukan hanya para pemegang saham. Konsep memperhatikan seluruh stakeholdernya ini digunakan penulis untuk mengembangkan perancangan sistem pengukuran kinerja. Rancangan sistem pengukuran kinerja yang diusulkan dimulai dari keinginan stakeholder. Keinginan stakeholder diterjemahkan kedalam parameter teknik yang nantinya menjadi key performance indicator (KPI). Keinginan stakeholder dan parameter teknik dikoordinasikan dalam satu rumah kualitas QFD untuk mendapatkan KPI dan bobot KPI. Nilai kinerja didapatkan dari agregasi bobot KPI dan nilai KPI. Sedangkan untuk mendapatkan biaya peningkatan kinerja, maka nilai KPI dan biaya KPI diagregasikan menjadi satu. Dari hasil uji coba di beberapa toko, kinerja yang paling bagus dicapai oleh toko mandiri dengan nilai kinerja sebesar 84,91. sedangkan toko yang memerlukan biaya kinerja yang paling banyak adalah toko gmart yaitu sebesar Rp 81.660.000,00.

Kata Kunci : Pengukuran kinerja, Independent store, Minimarket, Stakeholder, Retail, performance measurement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.