Laporkan Masalah

Pembuatan briket arang dari campuran arang pelepah kelapa dan batubara

SUKESI, Woro, Ir. Arief Budiman, MS., D.Eng

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Terjadinya krisis energi telah menimbulkan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Energi fosil yang banyak dipakai saat ini telah mengalami keterbatasan jumlah, misalnya sisa cadangan minyak bumi 1 milyar barel hanya bisa dimanfaatkan maksimal 22 tahun lagi, begitu juga sumber energi berupa gas alam, yaitu dengan cadangan 185,8 TCF pada tahun 2005 dan produksi 2,95 TCF per tahun, maka diperkirakan akan habis dalam 62 tahun ke depan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencari energi alternatif pengganti energi fosil, misalnya briket biomassa dari bahan pelepah kelapa. Dalam penelitian ini, bahan baku berupa pelepah kelapa dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm, dikeringkan sampai kadar air 10%, kemudian dipirolisis pada variasi suhu 1000C, 2000C dan 3500C. Arang yang dihasilkan kemudian dihancurkan dan dicampur dengan batubara dengan komposisi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% arang pelepah kelapa, kemudian dicampur bahan perekat berupa larutan kanji sebanyak 10% dari berat campuran. Setelah itu, campuran tersebut dikempa dalam alat press. Briket kemudian dikeringkan dan dianalisa karakteristiknya, yaitu nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahan baku pelepah kelapa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan batubara. Sedangkan rendemen arang hasil pirolisis pelepah kelapa berkisar antara 30-34,8%. Briket arang dengan kualitas terbaik dihasilkan dari komposisi 0% pelepah kelapa, dimana nilai kalornya 5690 kal/g, kadar karbon terikat 71,73%, kadar air 5,47%, kadar abu 0,37% dan kadar zat mudah menguap 22,43%. Akan tetapi, semua briket yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan briket standar di Indonesia seperti dalam SNI .01-6235-2000 sehingga layak untuk dipasarkan.

The energy crisis has great impact to the human life. The Fossil fuel that large used nowadays have been limited. For example, the amount of crude oil now just 1 billion barrel, and will empty at 22 years. It same with natural gas, where the amount 185,8 TCF and production 2,95 TCF, it has projected that will empty in 62 year. So that, it need effort to find alternative energy, just like biomass briquette from coconut stem. In this research, raw material coconut stem were crushed with maximum 10 cm length to be pyrolized in variation temperature 1000C, 2000C dan 3500C. The char then crushed and mixed with coal, with composition 0%, 25%, 50%, 75% and 100% of coconut stem char. Then, it was mixed with adhesive material by composition 10%, pressed with hydraulic press, dried and analized the characterization, includes caloric value, water content, ash content, fixed carbon content, and volatile matter content. The result of this research showed that materials coconut stem had lower caloric value than coal. And, the yield of char from pyrolisis process is variated from 30-34,8%. The best quality was char briquette that produced from 0% coconut stem char, with caloric value of 5690 cal/g, fixed carbon content of 71,73%, water content of 5,47%, ash content of 0,37% and volatile matter content of 22,43%. Otherwise, all briquette that produced in this research have been fullfill the requirement of briquette standard in Indonesia, just like in SNI .01- 6235-2000, so that it valuable to market.

Kata Kunci : Pelepah kelapa,Batubara,Pirolisis,Briket arang,Bahan perekat, Coconut stem, Coal, Pyrolisis, Char briquette, Adhesive material


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.