Laporkan Masalah

Uji tekanan pengembangan pada permukaan pelat sistem cakar ayam pada tanah lempung ekspansif di laboratorium

LATIF, Devi Oktaviana, Dr. Ir. Hary Christady H., M.Eng., DEA

2009 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Lempung ekspansif merupakan tanah-tanah yang banyak mengandung mineral- mineral lempung mengalami perubahan volume ketika kadar air berubah. Pengurangan kadar air menyebabkan lempung menyusut, dan sebaliknya jika kadar air bertambah lempung mengembang, Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Sistem Cakar Ayam. fondasi cakar ayam pertama kali ditemukan oleh Prof Sediyatmo pada tahun 1961.Menurut Hardiyatmo 2007, beban-beban yang melawan pengembangan tanah di bawah pelat adalah berat pelat beton dan cakar (dan tanah di dalam cakar). Namun, jika ditinjau sistem Cakar Ayam sebagai satu sistem menyatu, maka seluruh berat sistem akan mengurangi pengembangan tanah di bawah dasar cakar. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap perilaku model sistem cakar ayam di laboratorium dengan metode pembasahan dari pinggir pelat dan pembasahahan pada sekeliling pelat , gaya tekan pengembangan, pembebanan dari pelat baja yang berukuran 20x84 cm2 dan 20x72 cm2 untuk kemudian dicoba memberikan usulan hitungannya dengan menggunakan program BoEF. Variabel yang ditinjau adalah pengembangan, gaya tekan pengembangan,modulus elastisitas bahan, jarak cakar, jarak dial, koefisien subgrade reaksi vertikal akibat tekan, koefisien subgrade reaksi vertikal PLT, koefisien subgrade reaksi vertikal pengembangan. Pada penelitian ini juga membandingkan nilai koefisien subgrade reaksi vertikal pengembangan dari pinggir hingga ke tengah. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya cakar dapat mereduksi defleksi akibat pengembangan dengan berat sendiri dari cakar dan adanya momen perlawanan cakar. Pembasahan pada sekeliling pelat memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan hingga dua kali pengembangan dengan pembasahan dari pinggir pelat. Gaya tekan akibat pengembangan tanah dasar semakin ketengah semakin kecil. Hal ini menggambarkan kondisi perjalanan kelembaban air dari pinggir ketengah Koefisien subgrade tanah dipengaruhi oleh beban, panjang, lebar pelat, dan lendutan rata-rata. Analisis dengan BoEF finite lendutan hasil analisis memberikan hasil yang lebih besar daripada pengamatan. Untuk perhitungan BoEF, koefisien subgrade reaksi vertikal pengembangan lebih cocok dengan pola pengembangan pada data pengamatan.

Kata Kunci : Pengembangan,Koefisien reaksi subgrade (kv),Beams on elastic foundation (BoEF)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.