Laporkan Masalah

Sistem penilaian perkerasan jalan dengan pavement condition index (PCl) dan asphalt institute :: Studi kasus ruas jalan arteri Pantura Semarang

KUSUMANINGRUM, Sari, Ir. H. Wardhani Sartono, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Kerusakan jalan dapat dihindari apabila dilakukan pemeliharaan dan pemantauan secara berkala. Pengelolaan sistem perkerasan jalan pada tahap awal perlu dilakukan sistem informasi yang berupa kemampuan dalam menentukan gambaran kondisinya saat sekarang dari suatu jaringan jalan, dan memperkirakan kondisinya di masa datang. Untuk memprediksi hal tersebut, digunakan beberapa metode antara lain Pavement Condition Index (PCI) dan Asphalt Institute. Kedua metode ini sering digunakan dalam menganalisis tingkat kerusakan jalan. Namun demikian dari segi tertentu keduanya memiliki karakteristik yang berbeda yang memiliki kelemahan dan kelebihan dari kedua metode tersebut. Tahapan yang dilakukan dalam pengkajian pembandingan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Asphalt Institute meliputi tahap persiapan/kajian literatur, pengumpulan data baik data primer maupun sekunder, survai pencarian data yang dicatat sebagai rekaman untuk kompilasi, analisis kedua metode sesuai acuan dan manual dari tiap – tiap metode untuk kemudian dilakukan pembandingan hasil/output kedua metode sehingga didapatkan pembahasan yang mendalam untuk menarik kesimpulan dan saran sebagai pemaparan secara ringkas dan menyeluruh dari penelitian yang dilakukan. Dari penelitian tesis ini hasil PCI untuk Kendal-Semarang dan Demak Kendal berada pada kondisi very good dengan nilai masing-masing rata-rata sebesar 76,72 dan 87,5. Sedangkan untuk Asphalt Institute Kendal-Semarang dan Demak Kendal diberikan nilai kondisi yang hampir sama dengan masuk kategori cukup dengan nilai 78,65 dan 78,17. Hasil pengamatan kerusakan yang terjadi antara lain kerusakan alur dan pelepasan butiran yang paling dominan. Usulan pada kondisi dan karakteristik yang sama untuk Jalan Arteri Pantura lebih disarankan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dibanding metode Asphalt Institute karena metode PCI memberikan kontribusi pengukuran yang lebih spesifik dimana kondisi kerusakan patching yang cukup dominan seperti pada ruas Jalan Arteri Pantura Semarang dianggap sebagai kerusakan sehingga scaring evaluasi yang diberikan serta ketelitian yang dihasilkan lebih terukur dibanding metode Asphalt Institute namun demikian metode Asphalt Institute tetap digunakan sebagai pendukung dalam memperkuat hasil rekomendasi penanganan yang dalam hal ini relatif sama usulan penanganannya.

Kata Kunci : kerusakan jalan, perkerasan jalan, jalan arteri pantura, pavement condition index (PCI), asphalt institute


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.